Polisi: Bocah Korban Tewas Kebakaran di Tangsel Tak Dipasung, Dikunci di Rumah

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 18:27 WIB
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Tangerang Selatan - Polisi membantah bocah 10 tahun korban kebakaran di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, tewas dalam kondisi dipasung. Korban memang terkunci di dalam rumah, tetapi tidak dalam keadaan dirantai atau dipasung.

"Tidak benar (dipasung). Kalau hasil olah TKP dari Polsek tidak ada ya korban dalam keadaan dirantai," jelas Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan Kompol Muharam Wibisono dalam keterangannya, Senin (18/11/2019).

Sementara polisi menyebut tidak ada unsur kelalaian dalam peristiwa kebakaran ini. Polisi menyebutkan kejadian tewasnya korban murni karena musibah.

"Tidak ada kesengajaan, karena musibah," ucapnya.





Menurut Wibisono, korban memang ditinggal oleh ayahnya di dalam rumah dalam keadaan terkunci. Ayahnya meninggalkan korban karena harus bekerja narik angkot.

"Diduga korban menggunakan korek api dan terkena gas," lanjutnya.

Korban diketahui tinggal berdua dengan ayahnya di kontrakan di Gang Sayur Asem, RT 014 RW 004, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Selain kontrakan korban, ada 4 rumah lainnya yang berdampingan dengan tempat tinggal korban yang terbakar dalam peristiwa itu.

"Posisi kontrakan 5 pintu dan rumah yang terbakar ada 3 pintu kontrakan, yang 2 pintu kosong tidak ada yang mengontrak," tuturnya.

Kebakaran terjadi pada Minggu (17/11) sore. Kasudin Damkar Tangerang Selatan Uci Sanusi menyebutkan penyebab kebakaran berasal dari kebocoran gas di rumah korban.

"Penyebab sih diduga, menurut warga di situ ada kebocoran gas. Lagi masak apa gimana, anaknya kan usia 10-12 tahun, cuma apa dia juga pengen masak apa gimana nggak tahu, karena nggak ada orang lain di dalam rumah," jelas Uci.


(mei/fjp)