WN Bulgaria Pemasang Alat Skimming di Ubud Diadili

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 18:24 WIB
WN Bulgaria Stoyanov Georgi Ivanov. (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
WN Bulgaria Stoyanov Georgi Ivanov. (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Bali - Stoyanov Georgi Ivanov (43) diadili karena kamera tersembunyi dan alat skimming di ATM di kawasan Ubud, Bali. Warga negara (WN) Bulgaria itu terciduk beberapa kali memasang sesuatu alat dari kamera CCTV ATM.

"Bahwa ia terdakwa Stoyanov Georgi Ivanov pada Jumat (2/8) sampai dengan Sabtu (31/8) bertempat di mesin ATM BNI yang berlokasi di restoran Bebek Bengil dengan alamat Jl Hanoman, Ubud, Gianyar, dan pada mesin ATM BNI Child Clothes & Toys Toy yang beralamat di Jl Monkey Forest, Ubud, Gianyar dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun," kata jaksa penuntut umum Eddy Arta Wijaya saat membacakan surat dakwaan di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (18/11/2019).



Kasus itu terungkap dari laporan tim patroli BNI pada Rabu (28/8) yang menemukan alat yang diduga alat skimming di dua lokasi ATM di kawasan Ubud, Gianyar. Dari lokasi tersebut ditemukan dua lis kaca yang terbuat dari besi stainles dan terdapat rangkaian baterai yang terhubung dengan kamera tersembunyi yang terpasang pada kaca.

"Setelah dilakukan analisa terhadap data rekaman tersebut diperoleh hasil bahwa terlihat pada rekaman CCTV pada 2 Agustus pukul 03.45 Wita kelihatan pelaku seorang pria berkewarganegaraan asing dengan menggunakan jaket warna biru donker masuk ke bilik ATM BNI yang berlokasi di Restoran Bebek Bengil sedang memasang memory card dan mengeluarkan dan memasang alat atau benda berwarna hitam yang berisi rangkaian kabel pada lampu mesin ATM dan tidak lama datang teman pelaku ikut membantu melakukan pemasangan alat tersebut pada lampu mesin ATM," jelasnya.

Dari temuan tersebut pihak bank lalu berkoordinasi dengan tim dari unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali. Dari situlah tim mulai bergerak dan melakukan penyanggongan di dua titik tersebut, pada Sabtu (31/8).

"Bahwa setelah di dalam bilik mesin ATM terdakwa Stoyanov Georgi Ivanov membuka lampu dan terlihat seperti akan mengambil sesuatu. Selanjutnya begitu terdakwa keluar dari bilik ATM langsung dilakukan penangkapan dan ditemukan satu buah rangkaian baterai warna hitam, hal ini sesuai dengan rekaman CCTV tertanggal 31 Agustus 2019," tutur Eddy.



Tim lalu melakukan pengecekan di bilik ATM dan menemukan rangkaian baterai warna hijau yang tersambung dengan kamera tersembunyi di bagian fitting lampu. Di dalam mobil yang dikendarai terdakwa, polisi juga menemukan lis plastik penutup kabel warna putih yang terdapat rangkaian baterai yang terhubung dengan kamera tersembunyi.

"Selanjutnya dilakukan pengecekan terhadap modem mesin ATM tidak ditemukan wifi router seperti kasus skimming sebelumnya. Namun, setelah dilakukan pengecekan ke belakang mesin ATM tim menemukan wifi router yang terhubung ke sistem jaringan," terang Eddy.

Saat penangkapan tersebut satu mobil Avanza warna hitam yang diduga dikendarai komplotan terdakwa melarikan diri. Saat diinterogasi, terdakwa mengakui melakukan perbuatannya atas permintaan temannya warga negara Rusia bernama Oleg.

"Terdakwa Stoyanov Georgi Ivanov mengakui secara terus terang bahwa dirinya memang melakukan perbuatan mengganti/melepas alat yang terpasang di lampu penerangan yang terdapat di mesin ATM tersebut atas permintaan temannya seorang WN Rusia atas nama Oleg, dan dijanjikan mendapatkan upah sebesar 150-200 Euro. Selanjutnya terdakwa dan barang bukti diamankan ke kantor Ditreskrimsus Polda Bali," ujar Eddy.

Mendengar dakwaan tersebut, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya tidak mengajukan eksepsi. Sidang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dua saksi dari polisi dan dua saksi dari bank. Dalam keterangannya saksi pihak bank menyampaikan kawasan wisata memang sering menjadi target para pelaku skimming untuk beraksi.

"Daerah yang banyak wisatawan rawan karena banyak tamu asing. Kemudian ATM kita dikenal bersih dan jaringannya konkret dengan beberapa bank lain jadi banyak (wisatawan asing) yang bertransaksi dengan BNI. Tujuannya (target sasaran) wisatawan asing," kata karyawan BNI, Nengah Ariasa (44) saat bersaksi.

Dia menambahkan pihak bank juga banyak menemukan kasus skimming di kawasan wisata. Hanya saja untuk kerugian pihaknya belum bisa menghitungnya.

"BNI (menemukan) sangat banyak (kasus skimming) hampir di seluruh Bali di daerah wisata, sampai kami temukan di Lembongan. Mungkin di 2019 ada 17 kasus, kerugian BNI selama terjadi belum bisa kita cek," jelas Nengah.

Atas perbuatannya Ivanov dijerat dengan pasal 30 ayat (1) jo pasal 46 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang UU ITE atau pasal 30 ayat (2) jo pasal 46 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang UU ITE. (ams/idn)