WN Bulgaria Pemasang Alat Skimming di Ubud Diadili

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 18:24 WIB
WN Bulgaria Stoyanov Georgi Ivanov. (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
WN Bulgaria Stoyanov Georgi Ivanov. (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)


Tim lalu melakukan pengecekan di bilik ATM dan menemukan rangkaian baterai warna hijau yang tersambung dengan kamera tersembunyi di bagian fitting lampu. Di dalam mobil yang dikendarai terdakwa, polisi juga menemukan lis plastik penutup kabel warna putih yang terdapat rangkaian baterai yang terhubung dengan kamera tersembunyi.

"Selanjutnya dilakukan pengecekan terhadap modem mesin ATM tidak ditemukan wifi router seperti kasus skimming sebelumnya. Namun, setelah dilakukan pengecekan ke belakang mesin ATM tim menemukan wifi router yang terhubung ke sistem jaringan," terang Eddy.

Saat penangkapan tersebut satu mobil Avanza warna hitam yang diduga dikendarai komplotan terdakwa melarikan diri. Saat diinterogasi, terdakwa mengakui melakukan perbuatannya atas permintaan temannya warga negara Rusia bernama Oleg.

"Terdakwa Stoyanov Georgi Ivanov mengakui secara terus terang bahwa dirinya memang melakukan perbuatan mengganti/melepas alat yang terpasang di lampu penerangan yang terdapat di mesin ATM tersebut atas permintaan temannya seorang WN Rusia atas nama Oleg, dan dijanjikan mendapatkan upah sebesar 150-200 Euro. Selanjutnya terdakwa dan barang bukti diamankan ke kantor Ditreskrimsus Polda Bali," ujar Eddy.

Mendengar dakwaan tersebut, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya tidak mengajukan eksepsi. Sidang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dua saksi dari polisi dan dua saksi dari bank. Dalam keterangannya saksi pihak bank menyampaikan kawasan wisata memang sering menjadi target para pelaku skimming untuk beraksi.

"Daerah yang banyak wisatawan rawan karena banyak tamu asing. Kemudian ATM kita dikenal bersih dan jaringannya konkret dengan beberapa bank lain jadi banyak (wisatawan asing) yang bertransaksi dengan BNI. Tujuannya (target sasaran) wisatawan asing," kata karyawan BNI, Nengah Ariasa (44) saat bersaksi.

Dia menambahkan pihak bank juga banyak menemukan kasus skimming di kawasan wisata. Hanya saja untuk kerugian pihaknya belum bisa menghitungnya.

"BNI (menemukan) sangat banyak (kasus skimming) hampir di seluruh Bali di daerah wisata, sampai kami temukan di Lembongan. Mungkin di 2019 ada 17 kasus, kerugian BNI selama terjadi belum bisa kita cek," jelas Nengah.

Atas perbuatannya Ivanov dijerat dengan pasal 30 ayat (1) jo pasal 46 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang UU ITE atau pasal 30 ayat (2) jo pasal 46 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang UU ITE.
Halaman

(ams/idn)