Penabrak Skuter Listrik Terpengaruh Alkohol, Ini Bahayanya Nyetir Saat Mabuk

Penabrak Skuter Listrik Terpengaruh Alkohol, Ini Bahayanya Nyetir Saat Mabuk

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 16:53 WIB
Ilustrasi Kecelakaan (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Ilustrasi Kecelakaan (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta - Kecelakaan akibat pengendara terpengaruh alkohol terjadi lagi, yang terbaru adalah kejadian pengemudi mobil menabrak pengguna skuter listrik hingga tewas di Senayan. Mengemudi saat mabuk merupakan tindakan berbahaya, namun regulasi di Indonesia dinilai belum mengakomodasi masalah ini.

Instruktur Rifat Drive Labs, Andry Berlianto menjelaskan bahwa menyetir saat mabuk merupakan tindakan yang berbahaya. Sebab, menurutnya, konsentrasi saat menyetir menurun drastis karena mabuk.

"Drunk driving (menyetir saat mabuk) tentunya menurunkan tingkat konsentrasi seseorang. Pergerakan jadi tidak fokus dan rentan ada kesalahan dalam pengambilan keputusan," kata Andry saat dihubungi detikcom, Senin (18/11/2019).


Dia juga menyoroti regulasi di Indonesia yang tak memiliki standar terkait batas konsentrasi alkohol dalam darah atau blood alcohol concentration (BAC). Berbeda dengan beberapa negara lain yang punya standar itu.

"Indonesia tidak punya standar itu (standar BAC), itu pernah kami diskusikan salah satu produsen bir. Masing-masing negara punya standardisasi yang beda. Sekadar sharing dari perusahaan bir di atas ya, jika sudah mengkonsumsi dua gelas saja, maka tidak boleh ada aktivitas pekerjaan lagi yang mengikutinya. Termasuk menyetir," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2