detikNews
Senin 18 November 2019, 16:30 WIB

Di Depan Parlemen Singapura, Ketua MPR Bicara Rekonsiliasi Nasional Ekonomi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Di Depan Parlemen Singapura, Ketua MPR Bicara Rekonsiliasi Nasional Ekonomi Foto: Bamsoet (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan stabilitas politik yang relatif stabil dan kondusif bisa menarik investor datang ke Indonesia, terutama dengan dukungan yang kuat dari lembaga legislatif kepada Presiden Joko Widodo. Bamsoet berbicara soal 'bisnis friendly'.

"Dukungan kuat legislatif kepada eksekutif tersebut harus ditunjang dengan kinerja tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju yang fokus mengurus perekonomian yang menyangkut perut rakyat. Sebagai Ketua MPR saya mendorong 'rekonsiliasi nasional di bidang ekonomi' dengan membangun iklim usaha yang bisnis friendly dalam rangka mencapai penerimaan pajak sesuai target penerimaan APBN tanpa melakukan pemeriksaan," ujar Bamsoet saat menerima Ketua Parlemen Singapura, Tan Chuan Jin, seperti dalam keterangannya, Senin (18/11/2019).

"Lebih dari itu, respons positif dari investor terkait kondisi politik di Indonesia ini harus dimaksimalkan, jangan sampai tim ekonomi lengah dan investor yang sudah mau datang malah pergi balik badan ke negara lain," imbuh dia.


Kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 ini menjelaskan rekonsiliasi nasional seperti di Afrika Selatan di era Nelson Mandela akan menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong atau solusi saling menguntungkan antara dunia usaha dengan pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi dunia yang semakin memburuk akibat ancaman resesi dan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Bamsoet juga mengajak Parlemen Singapura menguatkan ASEAN menjadi komunitas ekonomi yang solid. Sehingga, kata dia, dalam menghadapi perang dagang Tiongkok-Amerika, negara-negara ASEAN tidak menjadi korban, melainkan menjadi entitas kekuatan yang justru dibutuhkan oleh Tiongkok maupun Amerika.

Lebih jauh Bamsoet menjelaskan data World Bank, dengan perolehan PDB Singapura di tahun 2018 mencapai USD 364,139 miliar dan Indonesia USD 1,04 triliun yang memperlihatkan betapa kuatnya perekonomian kedua negara. Karenanya, kata Bamsoet sangat penting bagi Indonesia dan Singapura untuk terus meningkatkan hubungan perekonomian.

"Di tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai perdagangan Indonesia-Singapura mencapai USD 34.354,5 juta, dengan defisit berada di Indonesia mencapai minus USD 8.524,4 juta. Sangat penting bagi tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju memperhatikan hal ini, agar neraca perdagangan kedua negara bisa relatif seimbang," jelas Bamsoet.




Tonton juga video Sejumlah Tokoh Merapat ke Istana, Ketua MPR Turut Memantau:

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/fjp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com