Ditambah Penabrak Skuter Listrik, Bagaimana Data Kecelakaan Akibat Mabuk?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 14:20 WIB
Ilustrasi kecelakaan skuter listrik. (Luthfy Syahban/detikcom)

Data Kecelakaan karena Mabuk

Jika merujuk pada data terakhir BPS dalam Statistik Transportasi Darat 2017, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia terus mengalami tren kenaikan, yakni pada 2015 ada 98,970 kecelakaan dengan korban meninggal 26.495, pada 2016 ada 106.644 kecelakaan dengan korban meninggal 31.262 orang, dan 2017 ada 103.228 kecelakaan dengan 30.568 korban meninggal.

Belum ada data yang merinci penyebab kecelakaan di Indonesia, seperti faktor pengendara mabuk. Namun, berdasarkan laporan Global Status Report on Road Safety 2018 yang dirilis oleh WHO, diperkirakan bahwa 5-35 persen dari semua kematian di jalan raya di dunia, diakibatkan kecelakaan karena mabuk.


Untuk menanggulangi kecelakaan akibat pengendara mabuk, WHO merekomendasikan agar tiap negara menerapkan aturan terkait konsentrasi alkohol dalam darah atau blood alcohol concentration (BAC) kurang dari 0,05 persen. Dengan adanya aturan ini, WHO menilai angka kecelakaan akibat pengendara mabuk bisa ditekan. Khususnya bagi negara yang melegalkan peredaran minuman beralkohol. Setidaknya, saat ini sudah ada 32 negara yang menerapkan aturan BAC ini.

Di Indonesia sendiri, minuman beralkohol sendiri diperbolehkan dikonsumsi apabila seseorang sudah berusia di atas 21 tahun. Namun ada aturan yang melarang keras seseorang mengemudi dalam pengaruh alkohol. Hal ini diatur dalam UU 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


Dalam Pasal 106 ayat (1) disebutkan, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Dalam penjelasan pasal, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan 'penuh konsentrasi' adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon, atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.
Halaman

(rdp/imk)