Survei Sebut Golkar Lebih Baik Saat Dipimpin Airlangga

Survei Sebut Golkar Lebih Baik Saat Dipimpin Airlangga

Uji Sukma Medianti - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 13:36 WIB
Airlangga Hartarto (Antara Foto)
Airlangga Hartarto (Antara Foto)
Jakarta - Selepas Munas Golkar pekan lalu, baru nama Airlangga Hartarto yang diusung oleh sejumlah pemilik suara seperti DPD 1 Golkar dari berbagai daerah. Airlangga yang menjabat Ketua Umum Golkar sejak Desember 2017, bahkan sudah dicalonkan oleh 33 DPD 1 dan 7 ormas hasta karya.

Menko Perekonomian ini juga dianggap sudah memenuhi syarat prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).

Menurut peneliti dari Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah Patimahu, semua syarat itu sudah dipenuhi Airlangga, baik itu prestasi, dedikasi, loyalitas, maupun tidak tercela. Bahkan prestasi Airlangga sangat menonjol.

"Perspektif saya dalam menilai Airlangga Hartarto ini mengacu kepada data. Sebetulnya kader-kader Golkar pun bisa menilai secara kasat mata prestasi dari Airlangga Hartarto saat ini," ujar Barkah kepada wartawan, Senin (18/11/2019).


Menurut peneliti SDI itu, sejak Munaslub 2017, terpilihnya Airlangga yang juga ditegaskan untuk mempersiapkan Munaslub 2019. Dalam rentang waktu dua tahun tersebut banyak agenda politik yang terjadi.

"Nah, dalam agenda-agenda politik itu, Pak Airlangga punya sejumlah prestasi. Pertama ia mampu melakukan konsolidasi internal dengan baik. Artinya, selama dua tahun ini tidak ada gejolak di Golkar yang mempengaruhi angka elektoral partai Golkar secara signifikan," kata Barkah.

Bahkan Barkah juga menilai di tengah terpaan isu korupsi beberapa kadernya ternyata Golkar mampu terkonsolidasi dengan baik. Golkar juga mampu meyakinkan para pemilihnya.

"Terbukti perolehan kursi Golkar di DPR pun menjadi yang terbanyak kedua. Ini dua prestasi Airlangga, konsolidasi berjalan baik dan elektoralnya juga baik," ungkap Barkah.

Kedua, Partai Golkar juga berada dalam arus utama pemenangan Presiden Joko Widodo di pilpres lalu. "Itu termasuk prestasi partai Golkar, sehingga dalam penyusunan kabinet kemarin, Golkar mendapat empat jatah kursi menteri dan satu wakil menteri di kabinet," tambah Barkah.

Menurut Barkah, perolehan lima kursi di kabinet Indonesia Maju itu adalah bentuk kepercayaan pemerintah terhadap partai Golkar. "Kader-kader Golkar mampu dan punya kapasitas. Inilah prestasi yang sangat baik Golkar di bawah Pak Airlangga," tutur Barkah.


Dari sisi dedikasi, Barkah menilai jika dedikasi Airlangga terhadap Partai Golkar luar biasa. "Mungkin kader lain juga punya dedikasi itu, tetapi Pak Airlangga dedikasinya lebih menonjol," ucap Barkah.

Loyalitas Airlangga juga sudah teruji untuk partai Golkar. Selama ini ia dibesarkan oleh partai beringin, bahkan berasal dari keluarga Golkar sejak lama. "Selain itu kita semua juga tahu Pak Airlangga juga tidak tercela," kata Barkah.

Selain sejumlah kelebihan tadi, Barkah menyebut jika secara personal Airlangga juga memiliki kelebihan dibanding kader Golkar lain. "Kami (SDI) melakukan survei terhadap pemilih di Munas Golkar dan kepercayaan mereka terhadap Pak Airlangga cukup tinggi," ujar Barkah.

Terbukti dalam survei SDI terhadap pemilik suara di Golkar itu, juga menyatakan Golkar saat ini lebih baik dari Golkar sebelumnya. "Nah dari survei itu sebanyak 70 persen menyatakan Golkar lebih baik, Walau cuma dua tahun saja. Kemudian 24,06 menyatakan sama saja, dan menyatakan kurang hanya sekitar 4,38 persen, sementara yang tidak tahu 1,56 persen," tutur Barkah.

Survei SDI ini dilakukan kepada ketua DPD pemilik suara di Munas nanti. Survei ini sangat spesifik karena tidak dilakukan kepada masyarakat umum.

Pertanyaan selanjutnya dalam survei SDI tersebut, apakah Airlangga berhasil dalam memimpin Partai Golkar, maka sebanyak 86,88 persen yang menyatakan Airlangga berhasil.

"Itu berdasar prestasi di atas tadi, termasuk prestasi Airlangga menempatkan Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR," kata Barkah.

Kemudian soal penilaian personalitas, tiap calon ketua umum, Airlangga juga memimpin jauh. Ini semua membuktikan jika Airlangga sudah mampu memenuhi kriteria PDLT tadi.



Simak juga video Keluar Rapimnas Lebih Awal, Bamsoet: Ada 514 Suara Belum Didengar:

[Gambas:Video 20detik]



(ujm/mul)