detikNews
Senin 18 November 2019, 09:28 WIB

Kejaksaan Tetapkan Direktur BUMD di Banten Jadi Tersangka Korupsi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kejaksaan Tetapkan Direktur BUMD di Banten Jadi Tersangka Korupsi Ilustrasi korupsi (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Serang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menetapkan direktur salah satu BUMD di Serang, Banten, Tubagus Boyke F Sandjadirja, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Boyke diduga melakukan korupsi yang merugikan negara Rp 1,8 miliar.

"Ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Kajari Serang Azhari di Serang, Banten, Senin (18/10/2019).



Boyke ditetapkan sebagai tersangka terkait jabatannya di PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang. Selain Boyke, kejaksaan juga menetapkan tersangka lainnya yaitu Nazarudin.

Azhari menjelaskan kasus yang menjerat Boyke, Nazarudin dan Ahmad Tamami (yang sudah divonis 2 tahun penjara) diduga berawal dari korupsi anggaran BUMD pada 2016. Dari hasil audit, ditemukan ada kerugian negara Rp 1,8 miliar.

Tersangka Boyke diduga mengeluarkan kas perusahaan sebesar Rp 900 juta untuk menanggulangi uang tabungan warga yang telah disalahgunakan oleh oknum di perusahaan.

Selain itu, tersangka juga diduga melakukan pinjaman Rp 150 juta dan memerintahkan Kabag Kas Ahmad Tamami untuk membayar angsuran menggunakan uang kas perusahaan Perusahan Daerah Perkrefditan Kecamaan (PD PK) Ciomas dengan total Rp 232 juta.



Tersangka juga diduga melakukan upaya penggandaan uang dengan menukarkan uang Rp 50 ribu untuk mendapakan uang polimer nominal RP 100 ribu dengan menggunakan uang kas perusahaan PD PK. Dari perbuatannya itu, tersangka diduga mendapatkan keuntungan Rp 215 juta.

Azhari mengatakan keduanya terancam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.
(bri/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com