Beda Keterangan Polisi dan Saksi Soal Tabrak Lari Grabwheels

Round-Up

Beda Keterangan Polisi dan Saksi Soal Tabrak Lari Grabwheels

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 06:37 WIB
Aksi tabur bunga kasus tabrak lari terhadap pengguna GrabWheels (Foto: Matius Alfons/detikcom)
Aksi tabur bunga kasus tabrak lari terhadap pengguna GrabWheels (Foto: Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Para saksi kasus tabrak lari pengemudi Camry-pengguna GrabWheels di kawasan Senayan buka suara terkait kejadian tersebut. Keterangan saksi ini berbeda dengan penjelasan yang disampaikan polisi.

Keluarga dan kerabat dua pengguna Grabwheels, Wisnu dan Amar, yang jadi korban tewas dalam insiden kecelakaan di Senayan melakukan aksi tabur bunga di depan gerbang 3 GBK, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2019). Mereka yang mengikuti aksi tabur bunga mengenakan baju hitam dan mengacungkan poster bertuliskan '#Justice For Wisnu' dan 'Hilangkan Pandangan Hukum Hanya Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas'.

Salah satu korban selamat, Bagus, menceritakan kronologi kejadian saat pelaku berinisial DH menabrak dia dan teman-temannya yang tengah menggunakan GrabWheels. Bagus mengatakan dirinya saat itu sempat terpental hingga tersangkut di atap mobil pelaku.



"Ya jadi kita ditabrak di belakang ya nih, saya mental ke kap mobil, ke kaca, lalu ke atap mobilnya," kata Bagus.

Selanjutnya, Bagus membantah terkait kabar bahwa DH menyelamatkannya saat tersangkut di atap mobil. Menurut dia, DH justru tancap gas ketika badannya masih berada di atas mobil.

"Ada isu, ketika saya tersangkut di mobil, pelaku tolong saya, saya konfirmasi itu nggak benar karena ya, saya jatuh karena dia tancap gas lagi, saya jatuh karena (pelaku) tancap gas dan yang nolong saya bukan mereka, tapi pedagang yang ingin jualan," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2