Saat Saksi Tabrak Lari GrabWheels Bongkar Kesaksian

Round-Up

Saat Saksi Tabrak Lari GrabWheels Bongkar Kesaksian

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 22:30 WIB
Foto: Aksi tabur bunga kasus tabrak lari terhadap pengguna GrabWheels (Matius Alfons/detikcom)
Foto: Aksi tabur bunga kasus tabrak lari terhadap pengguna GrabWheels (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Para saksi kasus tabrak lari pengemudi Camry-pengguna GrabWheels di kawasan Senayan merasa tidak digubris polisi. Saksi-saksi kemudian membongkar kesaksian saat peristiwa maut itu terjadi.

Keluarga dan kerabat dua pengguna Grabwheels, Wisnu dan Amar, yang jadi korban tewas dalam insiden kecelakaan di Senayan melakukan aksi tabur bunga di depan gerbang 3 GBK, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2019). Mereka yang mengikuti aksi tabur bunga mengenakan baju hitam dan atribut berwarna serupa.

Mereka mengacungkan poster bertuliskan '#Justice For Wisnu' dan 'Hilangkan Pandangan Hukum Hanya Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas'. Di lokasi, mereka mengucapkan doa.


Usai acara tabur bunga, salah satu saksi mengaku keterangan mereka seolah tak digubris polisi. Menurutnya, polisi malah mengkespos kesaksian pelaku berinisial DH yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita minta supaya meluruskan berita karena yang diketahui, kita berempat saksi, tapi hanya pelaku yang diekspos BAP-nya, sedangkan kita di TKP, sadar 100 persen itu tidak digubris sama kepolisian," kata salah satu saksi mata, Wanda.

Selain Wanda, saksi lainnya, Fajar, mengungkap keanehan lainnya, yakni kamera CCTV di sekitar lokasi mati. Dia juga menyebut polisi menolak memberikan kopi berita acara pemeriksaan (BAP).


"Saya sudah minta saat BAP tapi penyidik bilang CCTV mati, bahkan dia bilang itu nggak ada CCTV sekitar sini. kita tidak diberikan LP, BAP tidak boleh dikopi, kita tidak diberikan LP yang seharusnya diberikan," ungkapnya.

Saksi lainnya lalu mengungkapkan kesaksian yang mencekam.

Selanjutnya
Halaman
1 2