detikNews
Minggu 17 November 2019, 21:49 WIB

Fokus Bangun Smart City, Walkot Semarang Dapat Anugerah Ki Hajar

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Fokus Bangun Smart City, Walkot Semarang Dapat Anugerah Ki Hajar Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Dalam programnya mewujudkan Semarang Smart City, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya yakni dari Kemendikbud RI yang menyematkan Anugerah Ki Hajar kepada pria yang akrab disapa Hendi tersebut.

"Fokus Kota Semarang dalam penerapan IT di dunia pendidikan tidak sekedar mengikuti tren, tetapi harus ada sebuah tujuan perbaikan sistem secara konkrit. Maka dari itu penerapan IT didasarkan pada pemetaan permasalahan yang ada," tegas Hendi dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2019).


Anugerah Ki Hajar diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kepada kepala daerah yang dinilai berprestasi dalam pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan dan kebudayaan di wilayahnya.

"Semarang Smart City adalah sebuah semangat perbaikan pelayanan dalam segala sektor, termasuk sektor pendidikan, yang menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Semarang hari ini," ungkapnya.

Mengusung tema 'Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital', penghargaan tersebut diberikan Kemendikbud RI melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Plakat Anugerah Ki Hajar 2019 diserahkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud RI, Didik Suhardi didampingi Kepala Kapustekkom, Gogot Suharwoto, kepada Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang malam itu mewakili Hendi selaku Walikota Semarang.


Didik Suhardi, mewakili Mendikbud RI, Nadiem Makarim, menyampaikan apresiasi atas perhatian luar biasa para kepala daerah peraih Anugerah Kihajar 2019 terhadap dunia pendidikan di wilayahnya masing-masing.

"Semoga dapat menjadi motivasi dan contoh bagi daerah lain, terutama terkait pemanfaatan IT dalam dunia pendidikan. Hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi karena generasi muda kita sudah sangat melek teknologi. Sangat rugi jika tak mampu menyiapkan sarana dan prasarana IT dengan baik," kata Didik.

Di sisi lain, Kepala Pustekkom, Gogot Suharwoto mengatakan, aspek yang dinilai pada penganugerahan ini, antara lain kebijakan kepala daerah, tata kelola, implementasi TIK, manajemen dan komitmen untuk peningkatan SDM.

"Kemudian dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerahnya," pungkasnya.
(ega/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com