detikNews
2019/11/17 20:08:07 WIB

Menyoal Radikal

Mahfud Md: Ganti Diksi 'Radikalisme' Tak Perlu Ditindaklanjuti Resmi

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mahfud Md: Ganti Diksi Radikalisme Tak Perlu Ditindaklanjuti Resmi Menko Polhukam, Mahfud Md (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berwacana mengganti diksi 'radikalisme' dengan 'manipulator agama'. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md diperintahkannya untuk mengkoordinasikan masalah ini. Kini Mahfud bicara soal kelanjutan wacana penggantian diksi radikalisme itu.

"Istilah itu kan bukan istilah hukum. Silakan yang mau pakai atau tidak pakai, tak perlu ditindaklanjuti secara resmi," kata Mahfud kepada detikcom, Kamis (14/11) kemarin.



Istilah radikalisme memang kerap digunakan untuk menyebut ideologi teror di Indonesia. Namun belakangan, wacana penggantian diksi itu menuai pro-kontra.

"Tapi sikap pemerintah jelas bahwa radikalisme itu bukan dilakukan oleh umat Islam. Usul Presiden itu hanya untuk menegaskan bahwa yang radikal itu bukan umat Islam tetapi orang yang memanipulasi ajaran agama," tutur Mahfud.



Dia menjelaskan, umat Islam di Indonesia bukan radikal, melainkan moderat (ada di tengah). Ormas-ormas Islam besar di Indonesia juga merupakan pendukung sikap moderat ini.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com