Uniknya Perayaan Maulid Nabi di Mamuju, Ada 150 Batang Pisang Hiasi Jalanan

Uniknya Perayaan Maulid Nabi di Mamuju, Ada 150 Batang Pisang Hiasi Jalanan

Abdy Febriady - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 11:34 WIB
Sekitar 150 batang pisang hiasi tengah jalan di perayaan Maulid Nabi di Mamuju. (Abdy Febriady/detikcom)
Sekitar 150 batang pisang hiasi tengah jalan di perayaan Maulid Nabi di Mamuju. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamuju - Pemandangan berbeda terlihat dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Axuri, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Sedikitnya 150 batang pisang dijejer rapi di tengah jalan.

Pantauan detikcom, Minggu (17/11/19), batang pisang tersebut tampak dibungkus kertas berwarna-warni. Seratusan batang pisang dengan berbagai macam makanan serta hiasan telur itu merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi di wilayah tersebut.


Selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahim antarwarga di daerah ini. Panitia pelaksana kegiatan mengaku membutuhkan waktu selama tiga hari untuk mempersiapkan gelaran tersebut.

"Kita perkirakan banyaknya, total 150 batang, diperoleh dari swadaya masyarakat dan panitia, pemasangannya membutuhkan waktu selama tiga hari, alhamdulillah ini sudah dua kali kami laksanakan seperti ini " ujar Duhuri Dahlan kepada wartawan.

Uniknya Perayaan Maulid Nabi di Mamuju, Ada 150 Batang Pisang Hiasi JalananWarga berebut makanan dan telur. (Abdy Febriady/detikcom)

Warga pun tampak antusias dengan gelaran peringatan Maulid Nabi tersebut. Keseruan terlihat saat warga, baik pria maupun wanita, tua maupun muda, membaur berlomba mendapatkan telur dan makanan yang ditancapkan pada batang pisang. Banyaknya warga yang berebut mendapatkan telur dan makanan pun membuat sejumlah batang pisang tumbang.


Di tempat sama, Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari SP yang menghadiri perayaan Maulid Nabi, mengaku mengapresiasi konsep kegiatan yang dilakukan warganya. Gelaran itu, menurut dia, bisa menjadi daya tarik wisatawan di Mamuju.

"Ini penyambutan masyarakat yang luar biasa, ada kekompakan, saling mengisi, dan baru ada yang mendesain seperti ini, ini bisa jadi sumber daya dan objek wisata religius," kata Irwan. (mae/mae)