Dua Remaja Tewas Tenggelam di Kolam Buatan Dekat Bandara Jambi

Ferdi Almunanda - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 04:04 WIB
Ilustrasi Garis Polisi. (Foto: Ari Saputra)
Jambi - Dua remaja SMP bernama Bayu (14) dan Vito (14) warga Pall Merah, Kota Jambi ditemukan tewas di salah satu kolam buatan di sekitaran area Bandara Sultan Thaha Jambi. Kolam buatan itu rencananya akan dijadikan lokasi taman komersil di luar bandara oleh PT Angkasa Pura II Sultan Thaha Jambi.

"Awalnya dua remaja SMP itu bermain di sekitaran kolam bersama teman-temannya. Mereka semuanya ada tujuh, dan dua orang yang tenggelam. Mereka itu di sana sedang berenang di dalam kolam buatan yang berada di luar area Bandara Jambi. Namun, karena kolam tersebut cukup dalam, dengan kedalaman enam meter, serta dasarnya lumpur, dua remaja tersebut tenggelam, lalu kita temukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Analis Operasi Basarnas Jambi Dio Oskar kepada detikcom, Minggu (17/11/2019).



Kedua remaja itu diketahui tenggelam pada Sabtu (16/11) sore pukul 15.00 WIB. Petugas gabungan Basarnas dan kepolisian melakukan upaya pencarian dua remaja itu selama sekitar setengah jam sebelum keduanya ditemukan di dasar air kolam dalam keadaan tidak bernyawa.

"Setelah kita temukan dua remaja itu dengan kondisi tidak bernyawa, lalu kedua korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Dua remaja itu merupakan warga sekitaran sana. Memang kolam yang berada di luar area Bandara Jambi itu sempat dijadikan warga tempat mancing serta berenang oleh anak-anak, apalagi kolam itu juga tidak dipagar keseluruhan, jadi warga gampang masuk ke lokasi kolam itu," ujar Dio.





Sementara itu Executive General Manager Angkasa Pura II Jambi Hendra Irawan menjelaskan kolam buatan yang akan dijadikan taman komersil pada proyek pengerjaan tahun ini itu memang sudah lama berada di area luar bandara. Luas lahan proyek itu disebutnya mencapai 1 juta hektare.

"Rencananya kolam itu mau kita jadikan taman wisata kuliner atau taman komersil di sekitaran Bandara Jambi. Memang keberadaan kolam itu sudah lama, sebelumnya mau dikerjakan oleh pihak Pemerintah Jambi. Namun, karena berada di sekitaran area bandara, dan kita juga lihat cukup berpotensi untuk dijadikan taman komersil, maka kita yang kerjakan. Rencananya pengerjaan proyek itu pada tahun ini, dan belum keseluruhan area kolam itu kita pagar," ujar Hendra saat dihubungi terpisah.

"Kalau luas lahan yang akan dikerjakan itu saya juga kurang tahu datanya secara pasti, yang jelas hampir 1 hektare lebih, karena areanya berada di luar area Bandara Jambi rencananya akan kita jadikan taman komersil gitu. Nantinya juga ada tempat kulinernya di sana. Tetapi karena pengerjaannya baru, jadi area itu belum dipagar keseluruhan. Yang untuk kolam juga hanya sebagian tempat yang sedang dikerjakan saja yang baru kita pasang pagar, selebihnya belum, jadi banyak akses tempat warga untuk dapat masuk ke lokasi kolam itu," sambungnya.



Pihak PT Angkasa Pura II Jambi juga secepatnya akan memagar keseluruhan lahan yang menjadi proyek pengerjaan itu. Bahkan untuk menghindari adanya korban jiwa lagi, PT Angkasa Pura II Jambi juga akan memasang papan pemberitahuan untuk mengimbau dan meminta warga tidak berada di area pengerjaan, walaupun hanya sekadar memancing.

"Sejauh ini karena belum dikerjakan, masih pemberitahuan secara lisan. Tetapi untuk menghindari adanya kejadian yang serupa. Nantinya setelah pengerjaan itu dikerjakan keseluruhan, kolam yang berada di lahan itu juga akan kita pagar, biar tidak ada korban-korban lainnya. Karena kita lihat selain ada warga jadikan kolam itu tempat memancing, juga ada yang berenang, maka nanti akan kita pasang papan peringatan biar tidak ada korban lainnya," jelas Hendra.

Saat ini polisi masih menyelidiki kejadian tewasnya dua bocah SMP di Kota Jambi itu akibat tenggelam. Polisi juga telah memeriksa beberapa saksi, bahkan teman-teman korban juga sudah dimintai keterangan atas kejadian tersebut.

(idn/idn)