detikNews
2019/11/15 20:04:03 WIB

Round-Up

Bina atau Binasakan Jaksa Nakal

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Bina atau Binasakan Jaksa Nakal Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sanitiar (ST) Burhanuddin mengaku tak segan membersihkan jaksa-jaksa nakal di jajaran kejaksaan. Lantas apa strategi Jaksa Agung pilihan Presiden Jokowi itu?

Semua berawal dari arahan Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Rakornas Forkompida). Para kepala daerah, pimpinan dewan daerah, aparat penegak hukum mulai dari kepolisian hingga kejaksaan serta TNI di daerah turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (13/11) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor tersebut.

Saat itu Jokowi meminta semua aparat penegak hukum tidak melakukan kriminalisasi. Dia tidak ingin kebijakan pemerintah daerah dicari-cari kesalahannya.



"Selanjutnya yang berkaitan dengan kebijakan jangan ada kebijakan yang dikriminalisasi dicari-cari. Mendengar ini banyak sekali. Kalau tidak ada niat jahatnya, jangan dicari cari dong," kata Jokowi.

Arahan Jokowi lantas diejawantahkan Mahfud Md sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Jokowi disebut Mahfud tahu tentang oknum-oknum penegak hukum yang membuat jalannya pemerintahan terhambat.

"Hambatan-hambatan terhadap laju pemerintah itu dihambat lembaga penegak hukum yang tidak profesional dan korup. Presiden tahu tadi di mana letaknya. Letaknya di aparat penegak hukum," kata Mahfud.

Serta merta Burhanuddin yang saat ini menjadi orang nomor satu di Korps Adhyaksa memberi penegasan. Apa kata Burhanuddin?



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com