Kapolda Metro Ungkap Bahaya Medsos Bikin Orang Jadi Radikal

Kapolda Metro Ungkap Bahaya Medsos Bikin Orang Jadi Radikal

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 17:20 WIB
Diskusi Meneguhkan Toleransi, Merawat Kebhinnekaan Indonesia (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Diskusi 'Meneguhkan Toleransi, Merawat Kebhinnekaan Indonesia' (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menghadiri diskusi dalam peringatan Hari Toleransi Internasional. Gatot berbicara bahaya media sosial yang digunakan hingga menjadi intoleran.

"Media sosial, kita nggak bisa meredam, tidak bisa memfilter, apapun bisa dilakukan dari media. Bagaimana orang itu bisa intoleran belajar dari medsos, bagaimana orang itu menjadi radikal itu belajar dari medsos," ujar Gatot dalam diskusi 'Meneguhkan Toleransi, Merawat Kebhinnekaan Indonesia' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).


Gatot menyebut, sementara dulu orang-orang menyebarkan paham radikal melalui cara pertemuan atau diskusi, kata dia, kini itu bisa disebarkan lewat medsos, seperti jaringan teroris.

"Bisa dibayangkan, saya ambil contoh kasus Abu Zee. Kelompok ini di 8 provinsi tersebar, mereka mengatakan paham itu melalui media sosial dalam Telegram. Seorang anggota polisi, itu ada 2 orang anggota polwan, juga ikut bagian daripada itu. Bahkan dia siap menjadi seorang pengantin," katanya.


Menurut Gatot, Medsos di satu sisi menjadi hal yang positif, tapi pada sisi lain menjadi hal yang negatif. Hal-hal negatif itu, kata dia, perlu diantisipasi dalam membangun toleransi.

"Banyak langkah-langkah yang harus kita lakukan tentunya apakah melalui pendidikan, pemahaman toleransi mungkin dari masa-masa kecilnya," katanya.


Simak juga video "Celah Rawan Laman Aduan ASN Terkait Hoax dan Radikalisme" :

[Gambas:Video 20detik]

(fas/gbr)