3 Pencuri saat Gempa Bumi Maluku Dituntut 1,5 Tahun Penjara

3 Pencuri saat Gempa Bumi Maluku Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 16:38 WIB
Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Ambon - Tiga terdakwa pencuri saat terjadi gempa bumi Maluku dituntut 1,5 tahun penjara. Ketiganya berinisial RL, SM dan ZO.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 363 ayat (1), pasal 362, pasal 64 juncto pasal 55 KUH Pidana," kata jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon Fitria seperti dilansir Antara, Jumat (15/11/2019).

Tuntutan jaksa disampaikan dalam persidangan yang dipimpin hakim Peradilan Anak di PN Ambon, Hamzah Kailul. Hal yang memberatkan ketiga terdakwa yakni mengambil barang milik orang lain saat terjadi gempa bumi dan pemilik barang lari meninggalkan tenda-tenda pengungsian.

Sedangkan yang meringankan, para terdakwa menurut jaksa bersikap sopan dan mengakui serta menyesali perbuatannya, terdakwa masih anak-anak dan belum pernah dihukum.

Kuasa hukum terdakwa menyampaikan pembelaan secara lisan yang intinya meminta keringanan hukuman dari majelis hakim. Penasihat hukum juga meminta ketiga terdakwa yang masih duduk di bangku kelas dua SMA ini tidak ditahan di rutan atau lembaga pemasyarakatan agar mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.

Ketiga terdakwa ini melakukan pencurian telepon genggam, emas, dan uang di Pesantren Al Anshor Liang maupun tenda pengungsi korban gempa bumi tektonik di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Ketiganya diciduk polisi pada Oktober 2019.

Saat terjadi guncangan gempa susulan, para pengungsi yang berada di tenda melarikan diri, sedangkan ketiga terdakwa tetap bertahan dan memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan pencurian.

Uang dan barang yang dicuri yakni 28 unit telepon genggam, satu unit laptop, uang tunai Rp3,6 juta rupiah, serta perhiasan emas 2,5 gram.

Barang bukti yang diamankan polisi terdiri dari satu unit laptop, dua unit telepon genggam, dan satu unit televisi, sedangkan telepon genggam yang sudah dijual sebanyak 26 unit.


Simak juga video "Suasana Kepanikan Warga di Kota Ambon saat Gempa M 5,1" :

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)