detikNews
Kamis 14 November 2019, 23:20 WIB

Kepercayaan Publik Turun 3%, KPK: Jadi Pengingat Kerja Lebih Keras

Zunita Putri - detikNews
Kepercayaan Publik Turun 3%, KPK: Jadi Pengingat Kerja Lebih Keras Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Survei LSI Denny JA menyebut kepercayaan publik kepada KPK menurun sekitar 3,3 persen seusai Pilpres 2019. KPK menyebut hasil survei itu akan dijadikan pelajaran untuk lebih bekerja keras mengembalikan kepercayaan publik.

"Kalau dilihat kami bersyukur juga tingkat kepercayaan KPK itu masih di atas 85 persen, yang berada pada posisi nomor dua. Proses evaluasi tentu harus dilakukan ya, baik bagi KPK ataupun bagi semua institusi publik, karena seluruh institusi negara ini kan sebenarnya bertanggung jawab pada publik," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).


Febri mengatakan hasil survei ini akan dijadikan KPK sebagai pengingat agar lebih bekerja keras lagi. Meski begitu, dia bersyukur KPK masih pada urutan kedua.

"Bagi KPK Saya kira kami akan menjadikan semua pembacaan itu semua angka-angka itu untuk memperkuat diri ke dalam, apakah itu evaluasi, ataupun apresiasi. Kami pikir itu juga menjadi semacam pengingat di KPK agar bekerja lebih keras," ucapnya.

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei kepercayaan publik terhadap institusi negara dan lembaga sosial seusai Pilpres 2019. Hasilnya menyatakan kepercayaan publik terhadap Presiden, DPR, Polri, hingga KPK terjadi penurunan.


Penelitian ini dilakukan dalam kurun pra dan pasca-Pilpres 2019, yaitu pada Juli 2018 dan September 2019. Survei dilakukan terhadap 12 institusi negara dan lembaga sosial. Metode yang dilakukan adalah multistage random sampling dengan populasi di 34 provinsi serta menggunakan 1.200 responden. Margin of error sekitar 2,9 persen.

Berikut ini hasil survei LSI Denny JA:

1. Presiden 81,5%, turun menjadi 75.2%, turun sekitar 6,3%.

2. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 68,7%, menjadi 64,2%, turun sekitar 4,5%.

3. DPR sebesar 65,0 %, menjadi 63,5%, menurun sekitar 1,5%.

4. KPK sebesar 89%, menjadi 85,7%, menurun sekitar 3,3%

5. Mahkamah Konstitusi (MK) sebesar 76,4% menjadi 70,2%, menurun sekitar 6,2 %.

6. Polri 87,8 %, menjadi 72,1% turun sekitar 15,7%.

7. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari 90,4% menjadi 89%, turun sekitar 1,4 %.

8. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 82,3% menjadi sebesar 78,1%, turun sebesar 4,2%.

9. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebesar 81,2%, turun menjadi 80,2%, turun sekitar 1%.

10. Himbauan tokoh agama (ulama) sebesar 91,3% menurun menjadi 85,1 %, turun sekitar 6,2%.

11. Pers sebesar 77,5% turun menjadi 64,8%, menurun sekitar 12,7%.

12. Sesama warga negara sebesar 83,4%, turun menjadi 78,6%, turun sekitar 4,8%.
(zap/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com