detikNews
Kamis 14 November 2019, 21:20 WIB

Menhub Pastikan Infrastruktur Perhubungan Bermanfaat bagi Masyarakat

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Menhub Pastikan Infrastruktur Perhubungan Bermanfaat bagi Masyarakat Foto: Dok. BKIP Kemenhub
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk mewujudkan visi Presiden RI menjadikan Indonesia negara maju Tahun 2045, Kementerian Perhubungan akan lebih fokus untuk tidak hanya sekadar membangun infrastruktur perhubungan, namun memastikan apa yang dibangun tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Misalnya, kami telah membangun 15 bandara yang menjadi KPI (Key Performance Indicator)-nya adalah bagaimana kota-kota di 15 lokasi bandara tersebut memang terhubung dengan baik dan dirasakan oleh masyarakat," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (14/11/2019).

Saat hadir dalam diskusi bertema 'Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur' yang diselenggarakan organisasi masyarakat Inisiator Indonesia di Jakarta Pusat, Budi mengatakan, tugas-tugas yang diberikan presiden pada Kabinet Indonesia Maju sangat menantang, karena ada target-target tertentu yang harus dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.


Ia mencontohkan bahwa Kemenhub ditugaskan untuk mendukung konektivitas di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau dikenal dengan destinasi wisata super-prioritas 5 'Bali Baru' dengan target penyelesaian tahun 2020 dan membangun sistem transportasi di ibu kota negara baru di Kalimantan Timur dengan target penyelesaian pada 2024.

"Melalui target-target itu, kami tentunya harus melakukan upaya-upaya yang beyond untuk menyelesaikan target itu. Karena itu, saya merasa tertantang," ungkapnya.

Budi juga mengungkapkan, dia diberi arahan oleh presiden agar bekerja fokus pada target yang telah ditetapkan dan mengutamakan kekompakan kerja tim (teamwork). Untuk itu, ia mengatakan telah berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan semua stakeholder terkait.

"Sekarang kami kompak dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak lainnya. Jadi Kami bisa bekerja dengan kompak dan gembira," tuturnya.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat Basuki Hadimuljono tersebut, diungkapkan oleh presiden bahwa infrastruktur menjadi sebuah pondasi bagi negara Indonesia untuk meningkatkan daya saing dalam berkompetisi dengan negara-negara lain.

"Infrastruktur tidak hanya sekadar membangun jalan tol, bandara, pelabuhan tetapi harus pula menciptakan lapangan kerja, menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, dan meningkatkan efisiensi logistik, mengingat wilayah Indonesia yang sangat luas dan memiliki banyak pulau-pulau," terang Jokowi.

Kemudian, kata Jokowi, infrastruktur yang telah dibangun harus bisa memfasilitasi sentra-sentra produksi yang harus disambungkan dengan sentra produksi pertanian, nelayan, industri kecil, kawasan industri, pariwisata dan lain sebagainya.


Membangun infrastruktur adalah membangun peradaban seperti budaya antri, budaya disiplin dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur transportasi, seperti MRT, LRT, dan angkutan massal lainnya. Serta membangun infrastruktur itu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia karena dibangun tidak hanya di Jawa tetapi di semua wilayah di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan memiliki empat agenda utama untuk mendukung program prioritas pemerintah lima tahun ke depan (2020-2024). Keempat agenda tersebut ialah meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas mendukung Pariwisata, Logistik, Daerah Terdepan, Terluar, Terdalam dan Perbatasan (3TP), dan Ibu Kota Negara (IKN) Baru. Dengan berfokus pada peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, layanan, serta keselamatan dan keamanan transportasi.

Empat agenda utama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak pertumbuhan hingga 6 persen untuk seluruh ekonomi dengan semakin meningkatnya konektivitas dan aksesibilitas, peningkatan pertumbuhan tahunan hingga 7 persen untuk manufaktur dengan adanya penurunan biaya logistik.

Selain itu, dapat mencapai USD 36,5 miliar nilai devisa pariwisata dengan membangun 5 destinasi pariwisata baru kelas dunia dan juga mendapatkan skor 90 pada indeks Kepuasan Layanan Masyarakat dengan peningkatan kinerja layanan perhubungan.

"Kami akan memastikan visi Presiden untuk meningkatkan konektivitas dengan paradigma Indonesia sentris berjalan dengan baik," pungkasnya.
(prf/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com