Kunto Aji & Ratusan Milenial 'Hijaukan' Situs Ratu Boko

Kunto Aji & Ratusan Milenial 'Hijaukan' Situs Ratu Boko

Akfa Nasrulhak - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 15:03 WIB
Foto: (Ni Putu Dian Antalina/dTraveler)
Foto: (Ni Putu Dian Antalina/d'Traveler)
Jakarta - Sebanyak 250 mahasiswa menanam ribuan pohon perdu dan juga semak berbunga di sekitar situs Ratu Boko dan Candi Ijo, Yogyakarta. Mereka mengikuti kegiatan Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

"Prakarsa Siap Darling melalui program Candi Darling merupakan langkah nyata dalam menggerakkan generasi milenial khususnya mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga dikarenakan mereka turut berperan serta menghijaukan situs-situs warisan sejarah bangsa Indonesia serta menularkan kebiasaan baik ini di masyarakat luas. Harapan jangka panjang adalah langkah ini akan menciptakan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan," ungkap Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji dalam keterangannya, Kamis (14/11/2019).

FX Supanji menuturkan Gerakan Siap Darling mengajak generasi milenial untuk tak hanya sekedar peduli, namun terlibat langsung dalam melakukan aksi nyata, bergerak bersama-sama dan mengejar mimpi masa depan tanpa menambah jejak-jejak kerusakan pada bumi.


Melalui Candi Darling Situs Ratu Boko dan juga Candi Ijo, lanjut Supanji, diharapkan bisa menciptakan kawasan situs sejarah yang teduh, asri dan semakin cantik sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di masa mendatang. Di lain sisi, kegiatan ini juga berupaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan sejarah bangsa Indonesia.

Penanaman serentak di Situs Ratu Boko dan Candi Ijo melibatkan tak kurang dari 250 mahasiswa yang berasal dari Universitas Sanata Dharma, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan beberapa universitas lainnya dengan menanam beragam jenis flora.

Untuk Situs Ratu Boko, total tumbuhan yang ditanam sebanyak 1,350 tanaman perdu dan semak berbunga meliputi Bugenvil, Tanjung, Merak, Soka, dan Kepel. Sementara di Candi Ijo, flora yang ditanam ialah Soka, Ruellia, dan Melati dengan total keseluruhan sebanyak 1000 tanaman.

Untuk diketahui, situs Ratu Boko menjadi salah satu warisan budaya yang telah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Peninggalan sejarah ini juga menjelma menjadi primadona generasi milenial untuk berswafoto karena menyajikan pesona alam Yogyakarta yang indah, terutama di sore hari. Hal tersebut diutarakan oleh General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko Wiharjanto.

"Situs Ratu Boko menjadi primadona generasi milenial yang berburu sunset. Hal ini terlihat dari total kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara pada tahun 2018 sebanyak 306.338 wisatawan yang didominasi oleh anak muda. Mayoritas dari pengunjung datang di sore hari untuk berswafoto di gapura utama Situs Ratu Boko," kata Wiharjanto.

Kompleks Situs Ratu Boko berada di Jalan Raya Piyungan - Prambanan KM 2, Gatak, Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta. Jika dilihat dari etimologinya, situs purbakala Ratu Boko terletak 3 kilometer dari Candi Prambanan, atau berada di 18 Km sebelah timur Kota Yogyakarta dan 50 Km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah. Meskipun memiliki pesona lima gapura megah yang dipercaya sebagai sisa-sisa bangunan Keraton Ratu Boko, menurut Wiharjanto, lokasi dengan luas area 250.000 m2 tersebut seringkali berhawa sangat panas di siang hari.

Ketua Unit Kerja Situs Ratu Boko dan Candi Ijo Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Dra. Tri Hartini memberikan apresiasi yang mendalam kepada Bakti Lingkungan Djarum Foundation atas aksi penghijauan dalam wujud nyata merawat situs-situs cagar budaya ini. Selain itu, gerakan ini juga diyakini memberikan pengaruh yang baik kepada generasi muda dan masyarakat luas.

"Selain akan mempercantik wilayah Situs Ratu Boko dan Candi Ijo, gerakan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan mempelajari warisan sejarah yang ada di Indonesia," ungkap Tri Hartini.


Pada kegiatan Candi Sadar Lingkungan di Situs Ratu Boko & Candi Ijo ini, Bakti Lingkungan Djarum Foundation juga menggandeng musisi peduli lingkungan, Kunto Aji untuk menanam di kawasan situs sejarah Ratu Boko. Pelantun Rehat ini sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan Candi Sadar Lingkungan karena banyak memberikan dampak positif bagi generasi muda.

"Kegiatan menghijaukan candi ini sangat unik karena biasanya kita melakukan penghijauan di area-area gersang bukan di lokasi wisata. Dengan kegiatan ini kita menekankan bahwa merawat peninggalan bersejarah itu sangat penting karena bumi ini milik kita dan sudah sepantasnya kita pula yang menjaga. Saya juga sudah tidak sabar menyapa Darling Squad yang memiliki kepedulian yang sama," ujar Kunto Aji.

Tak hanya mempercantik situs sejarah, kegiatan ini juga diperkaya dengan workshop bertema "Pilah Sampah Jadi Berkah" yang membahas pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari kepada para mahasiswa yang hadir. Dengan demikian, mahasiswa akan semakin teredukasi bahwa sampah masih memiliki nilai ekonomis dan bisa dipergunakan kembali. (ega/ega)