Menko PMK soal Sertifikat Nikah: Calon Suami-Istri Harus Kursus Pranikah

Menko PMK soal Sertifikat Nikah: Calon Suami-Istri Harus Kursus Pranikah

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 13:29 WIB
Muhadjir Effendy (Foto: Andhika Prasetia/detikcom).
Muhadjir Effendy (Foto: Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Menko PMK Muhadjir Effendy mempertimbangkan kewajiban memiliki sertifikat menikah bagi pasangan yang hendak menikah. Muhadjir menjelaskan sertifikat menikah tersebut didapatkan setelah calon suami istri mengikuti pelatihan pranikah.

"Apa perlu sertifikat atau ndak itu kan soal teknis. Yang penting bahwa mereka harus ada semacam program pembelajaran pranikah," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

"Pokoknya dia harus ikut pelatihan atau pendidikan atau kursus apa lah namanya pranikah," imbuh dia.



Muhadjir menjelaskan program pembelajaran pranikah itu dilakukan untuk membekali calon suami istri soal kehidupan rumah tangga. Hal itu, kata dia, juga untuk menekan angka perceraian di Indonesia.

"Maksud saya sertifikat itu harus dipastikan bahwa setiap calon pasangan pengantin muda, dia memang sudah dibekali pengetahuan dan pemahaman yang sangat cukup tentang itu sebelum dia menikah. Termasuk ini untuk menekan angka perceraian segala itu lho," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2