Galakkan Industri Halal, Probolinggo Gandeng Gerakan Desa Emas

Galakkan Industri Halal, Probolinggo Gandeng Gerakan Desa Emas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 09:55 WIB
Foto: MoU Gerakan Desa Emas dengan Pemkab Probolinggo
Foto: MoU Gerakan Desa Emas dengan Pemkab Probolinggo
Jakarta - Gerakan Desa Emas (GDE) melakukan penandatangan kesepakatan pembangunan industri halal dengan Kabupaten Probolinggo. Kerjasama diharapakan dapat menjadikan Probolinggo sebagai salah satu kabupaten yang memiliki desa yang mandiri dan sejahtera.

Penadantanganan dilakukan antara Ketua Gerakan Desa Emas, Iwan A Fuad dengan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari. Kerjasama itu merupakan salah satu rangkaian acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Iwan mengatakan GDE ingin membantu Probolinggo mempercepat pertumbuhan ekonomi halal desa di Kabupaten itu. Sehingga mampu manciptakan desa dengan karakter entrepreneur, mandiri, adil dan sejahtera.

"Kita juga ingin mempercepat akselerasi dari gerakan desa agar gerakan desa tumbuh dari bawah sehingga memiliki perubahan yang signifikan dan kemudian desa itu memiliki karakter EMAS, entrepreneur, mandiri, adil dan sejahtera. Di situlah kita akan ukur nanti bagaimana pertumbuhan ekonomi desa, setelah kita lakukan gerakan di sana. Kita lihat perubahan kemiskinan, industri desanya juga akan kita liat," ujar Iwan usai melakukan penendatanganan kerjasama.

Iwan menyebut kerjasama tersebut akan direalisasikan dalam beberapa program. Di antaranya pembangunan karakter desa melalui pelatihan di berbagai bidang terutama wirausaha.

"Kita ada lima pilar, satu pembangunan karakter dan ekonomi, melalui vokasi dan latihan. Pemuda desa yang di sana itu kita latih agar memiliki mindset untuk membangun desa bersama dengan pemerintah," kata dia.

Selanjutnya membangkitkan semangat gotong-royong antar sesama masyarakat desa maupun dengan lembaga desa. Selain itu program bina dana dan investasi desa.

"Kedua adalah gotong-royong dan persaudaraan desa kita bangkitkan. Kelembagaan desa kita hidupkan. Mereka mulai sinergi antar warga desa dengan kelembagaan desa yang ada," ucap Iwan.

"Bina dana dan investasi kita coba masukan juga mitra dari luar untuk bisa berkolaborasi dengan kawan-kawan yang jaringan Gerakan Desa Emas," imbuhnya.

Iwan menuturkan, GDE juga akan memfasilitasi pasar dan industri terhadap produk yang dihasilkan warga setempat. Sehingga produk tersebut dapat memiliki pasar yang baik.

"Pilar pasar dan industri, kita cari pasar di luar yang bisa mengambil produk dari desa," ujarnya.

Galakkan Industri Halal, Probolinggo Gandeng Gerakan Desa Emas Foto: MoU Gerakan Desa Emas dengan Pemkab Probolinggo


Sementara itu, Bupati Probolinggo, Tantriana mengatakan kerjasama tersebut adalah salah satu upaya membangun desa. Dia berharap GDE dapat mendampingi masyarakat dalam melakukan wirausaha.

"Pada dasarnya ini bentuk aksi kami terhadap perintah Presiden bahwasanya kita bersepakat bahwa membangun Indonesia kita mulai dari desa. Kemudian kami menindaklanjuti itu bekerjasama dan diskusi dengan Yayasan Desa Emas dan kita sepakat program desa emas untuk melakukan pendampingan di seluruh desa di Kabupaten Probolinggo sebanyak 330 desa," ujar Tantriana.

Tantriana berharap kerjasama tersebut dapat menginspirasi masyarakat Probolinggo untuk mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang ada. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Harapannya dengan kehadiran desa emas tentu, masyarakat desa di Probolinggo itu kemudian terinspirasi dan mendapatkan semangat bahwa seluruh potensi di desa itu bisa dita creat bersama untuk menjadi pilar ekonomi di desa, dan imbasnya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," kata dia.

Selain dengan Probolinggo, GDE telah melakukan kerjasama dengan Kabupaten Trenggalek, Sumbawa Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Bogor, dan Kota Banjarbaru. Sementara itu, GDE juga melakukan kerjasama dengan Provinsi Lampung dan Jawa Barat.
Halaman

(lir/fjp)