Keluhan Pejalan Kaki soal Pengguna Skuter Listrik di Trotoar

Keluhan Pejalan Kaki soal Pengguna Skuter Listrik di Trotoar

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 20:42 WIB
Skuter listrik di trotoar. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Skuter listrik di trotoar. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta - Sejumlah pejalan kaki tidak setuju dengan maraknya pengguna skuter listrik yang melintas di trotoar. Pengguna skuter listrik di trotoar dianggap mengganggu.

Sugeng Wibowo, salah satu pejalan kaki merasa terganggu dengan keberadaan skuter listrik di trotoar. Dia pun mengaku pernah ditabrak pengguna skuter listrik.

"Saya ditabrak 4 kali dari belakang sama orang yang pakai skuter. Memang nggak kencang tapi kesal. Jadi dia pakai skuter itu bercanda-canda, nggak lihat depan. Jadinya saya langsung kena tabrak," kata Sugeng di sekitar FX Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).


Dia juga menyoroti penggunaan skuter listrik di jalan protokol. Sugeng menyebut, kalaupun harus melintas di atas trotoar, batas kecepatannya perlu diperhatikan, jangan sampai terlalu kencang.

"Kadang saja saya perhatikan ada yang kencang. Kalau saya sih sebenarnya tidak setuju dengan adanya skuter itu," lanjut dia.

Reno juga menyayangkan pengguna skuter listrik yang 'mengambil' alih trotoar. Sebab, menurut dia, pengguna skuter listrik mengganggu hak pejalan kaki.

"Saya kadang kesal sama orang yang pakai skuter. Kadang kan trotoar itu sempit. Saya jalan di samping kiri, sedangkan dari depan ada orang lewat. Kan enggak bisa dong harus menunggu kalau mau jalan. Nah si pengguna skuter ini pasti klakson-klakson. 'Misi Mas, minggir Mas'. Mengganggu sebenarnya. Kalau pakai alat di jalan dong jangan trotoar," ungkap Reno.


Sementara itu, pejalan kaki bernama Agnes setuju dengan keberadaan skuter listrik, asalkan tidak dioperasikan di trotoar. Dia menyarankan untuk dibuatkan jalur khusus.

"Seharusnya untuk pengguna skuter dibuat trek khusus ya. Kalau di trotoar mengganggu pejalan kaki. Mungkin bisa dipakai di jalur sepeda. Soalnya orang yang pakai skuter kan nggak pakai helm," jelas Agnes. (idn/idn)