Kerja Keras Gelora Hapus Nuansa PKS

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 15:30 WIB
Foto ilustrasi (Eva Safitri/detikcom)

Menurut Adi, sebagai pendatang baru Gelora harus memperluas sasaran ceruk pemilihnya. Tidak melulu mengandalkan segmen pemilih Islam dan kader-kader yang juga sempalan PKS.

"Dari hasil sejumlah survei orang yang merasa bagian dari partai di Indonesia hanya berada di kisaran 30 persen. Ada 70 persen pemilih yang tidak berafiliasi dengan parpol tertentu. Inilah ceruk pemilih yang harus direbut Gelora," terang Adi.

Tapi untuk bisa mendapatkan ceruk tersebut, menurut Adi, Anis Matta dan Fahri Hamzah harus bekerja keras menghapus nuansa PKS di "wajah" mereka yang begitu lekat. Hal ini untuk memudahkan Gelora membaur dengan komunitas pemilih yang lebih plural.



Jika nuansa PKS di Partai Gelora masih terlihat kental bukan tidak mungkin nasibnya bakal sama seperti partai pecahan dari parpol berbasis Islam yang sebelumnya muncul dan kemudian akhirnya tenggelam juga.

Adi juga berpendapat kehadiran Gelora diprediksi tidak berpengaruh pada perolehan suara PKS di Pemilu 2024. "Meski begitu bukan berarti Gelora bakal kandas di tengah jalan," katanya.
Halaman

(pal/van)