Kerja Keras Gelora Hapus Nuansa PKS

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 15:30 WIB
Foto ilustrasi (Eva Safitri/detikcom)

Mantan Presiden PKS itu juga mengatakan partai yang dipimpinnya akan membuka diri untuk seluruh komponen masyarakat. Karena itulah, Partai Gelora disebutnya tidak ingin menyasar target pemilih dari golongan tertentu.

"Nggak (terbatas golongan). Kita akan menyasar seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali," ujar Anis. Dia menyebut Gelora punya cita-cita jadi titik pertemuan seluruh komponen bangsa dari aliran yang berbeda-beda. "Ini adalah seperti sungai, kita ingin membuat bangsa ini seluruhnya, dengan semua komponennya, mengalir di situ."



Niat Gelora yang diawaki sejumlah eks politisi PKS mengubah pola penjaringan kader bisa saja untuk menghindari nasib buruk seperti partai-partai berbasis agama yang mengalami perpecahan. Partai-partai ini sebagian elitenya membuat partai baru namun pada ujungnya menuai kegagalan.

Sebut saja Partai Bintang Reformasi (PBR) yang dimotori elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus dai kondang Zainuddin Muhammad Zein. Partai tersebut berdiri dari buah pertikaian di internal PPP. Kala itu sang dai berselisih paham dengan Hamzah Haz, Ketua Umum PPP saat itu. Zainudin dan beberapa elite PPP kemudian membentuk PPP Reformasi yang selanjutnya berubah menjadi Partai Bintang Reforemasi (PBR) pada 20 Januari 2002.



Pada pemilu 2004 PBR meraih suara 2.764.998 atau 2,44 persen dan mendapatkan 14 kursi di DPR. Namun saat ambang batas parlemen diberlakukan di pemilu 2009 yang dipatok 2,5 persen, PBR tidak lolos karena hanya meraih 1,2 persen suara.

Setelah itu PBR yang selalu dilanda konflik internal akhirnya memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra yang dikomandani Prabowo Subianto di tahun 2011.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4