Ahli Karhutla yang Pernah Digugat Rp 510 M Dapat Penghargaan Maddox

Ahli Karhutla yang Pernah Digugat Rp 510 M Dapat Penghargaan Maddox

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 14:58 WIB
Bambang Hero menerima penghargaan John Maddox Prize 2019. (Dok Kemlu)
Bambang Hero menerima penghargaan John Maddox Prize 2019. (Dok Kemlu)
Jakarta - Saksi ahli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pernah digugat ratusan miliar rupiah oleh perusahaan pembakar hutan, yakni Profesor IPB Bambang Hero Saharjo, mendapat penghargaan di London, Inggris. Dia diganjar penghargaan John Maddox Prize 2019.

"Prof Bambang menyisihkan 206 calon terpilih yang berasal dari 38 negara," demikian Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud KBRI) London, E Aminudin Aziz, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2019).



Aminudin menjadi saksi acara penganugerahan penghargaan untuk Bambang, Selasa (12/11) malam waktu setempat. Dia menjelaskan ini adalah kabar gembira di tengah malam London yang dingin sekitar 6 derajat Celcius. Penganugerahan digelar di Wellcome Collection, Euston, London, dan diserahkan oleh anak perempuan John Maddox, yakni Robyn Maddox. Pengantar penganugerahan John Maddox Prize 2019 disampaikan oleh editor majalah sains bergengsi, Nature, dihadiri seratusan ilmuwan Inggris terkemuka.

"Dewan Juri yang terdiri dari tokoh-tokoh ilmuwan Inggris yang dihimpun oleh sebuah organisasi nirlaba yang bernama Sense about Science menetapkan Prof Bambang sebagai pemenang karena kegigihannya menggunakan data penelitiannya sebagai bukti untuk melawan pandangan yang salah terkait dengan kebakaran hutan di Indonesia. Prof Bambang telah banyak menggunakan fakta ilmiahnya di ruang pengadilan untuk menunjukkan kebenaran," tutur Aminudin.



Pencalonan Bambang dilakukan oleh seorang profesor asal Universitas Lancaster, Inggris, karena kagum melihat perjuangan Bambang. Anugerah John Maddox Prize telah diberikan selama 8 tahun terakhir kepada para ilmuwan yang gigih mempertahankan pendapatnya berdasarkan fakta ilmiah yang diperolehnya berdasarkan penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Selamat untuk Pak Bambang. Selamat untuk IPB. Selamat untuk Ilmuwan Indonesia," kata Aminudin.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3