2015-2019, Jumlah Pengangguran di Kabupaten Serang Terus Menurun

2015-2019, Jumlah Pengangguran di Kabupaten Serang Terus Menurun

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 14:22 WIB
Foto: dok Pemkab Serang
Foto: dok Pemkab Serang
Jakarta - Meskipun per Agustus 2019, tingkat pengangguran Kabupaten Serang masih tertinggi di Provinsi Banten, tapi angka pengangguran di Kabupaten Serang mengalami tren penurunan terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lain.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kisaran jumlah penurunan pengangguran Kabupaten Serang pada 2015 sebanyak 91.840 orang, 2017 sebanyak 81.630 orang dan 2018 sebanyak 84.160 orang. Kemudian 2019 mengalami penurunan tertinggi sebanyak 11.580 orang, dengan jumlah pengangguran kini 72.580 orang.


Sedangkan berdasarkan persentase, atau tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2015 sebesar 14,80%, 2017 sebesar 13,00% dan 2018 sebesar 12,77%. Kemudian pada 2019 mengalami penurunan tertinggi sebesar 2,12%, dengan TPT sebesar 10,65%.

Kepala BPS Kabupaten Serang Indra Warman membenarkan bahwa TPT Kabupaten Serang tertinggi di Banten, tetapi mengalami tren penurunan tertinggi selama kurun waktu 2015-2019.

"Tren penurunannya tertinggi. Tertinggi juga penurunannya dibandingkan kabupaten/kota lain di Banten," ujar Indra dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, program pengentasan pengangguran yang dilakukan telah berjalan dengan baik sehingga berdampak pada penurunan jumlah dan tingkat pengangguran terbuka.

"Terlihat di tahun ini, dampak dari program yang dilakukan pemerintah daerah, terjadi penurunan angka pengangguran," ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Entus Mahmud mengatakan, persoalan pengangguran adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga perusahaan.

"Kami pun melakukan sinergi program di OPD," kata Entus.

OPD Pemkab Serang yang terlibat dalam penanganan pengangguran yakni, Disnakertrans, Dinas Sosial, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan.

"Sesuai arahan Ibu Bupati Serang, semua OPD keroyokan mengatasi pengangguran," tuturnya.

Program yang dilaksanakan mulai dari pelatihan tenaga kerja, pelatihan kerja berbasis masyarakat, pengembangan koperasi dan UMKM, pelatihan wirausaha baru, pengembangan objek wisata, pelatihan dan penciptaan IKM baru, hingga kerja sama dengan industri melalui program Bursa Kerja Khusus (BKK).

Kepala Bidang (Kabid) Bina Penempatan Kerja (Binapenta) Disnakertrans Kabupaten Serang, Ugun Gurmilang mengatakan, Pemkab Serang punya program Bursa Kerja Khusus (BKK) yang efektif menekan angka pengangguran. BKK ini merupakan program kerja sama dengan perusahaan industri dalam hal pelatihan dan penempatan tenaga kerja.


Ia mengungkapkan, berdasarkan catatan Disnakertrans Kabupaten Serang, dari Januari hingga Oktober 2019, telah tersalurkan tenaga kerja hingga 11.700 angkatan kerja, melalui program BKK dan program rekrutmen industri yang bekerja sama dengan Pemkab Serang.

"Jumlah tersebut bisa bertambah, karena dalam perekrutan tenaga kerja, perusahaan ada yang melaporkan dan ada juga yang tidak," pungkasnya. (ega/ega)