Sengkarut Cerita Wiranto Tagih Piutang Dolar Singapura Basi

Round-Up

Sengkarut Cerita Wiranto Tagih Piutang Dolar Singapura Basi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 06:47 WIB
DOK.detikcom/Wiranto/Foto: Grandyos Zafna
DOK.detikcom/Wiranto/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Eks Menko Polhukam Wiranto menggugat Bambang Sujagad Susanto. Bambang dianggap Wiranto melakukan wanprestasi karena tidak melaksanakan dan mentaati isi surat perjanjian tentang penitipan dana sebesar SGD 2.310.000.

Selain mengembalikan uang pinjaman tersebut, Wiranto menuntut Bambang membayar bunga dan kerugian selama 10 tahun senilai Rp 44,9 miliar. Jumlah tuntutan tersebut naik nyaris dua kali lipat sebab Bambang dituntut Wiranto membayar ganti rugi sebesar Rp 2,8 miliar dan juga digugat membayar bunga total Rp 18,5 miliar.

Sementara itu, Bambang Sujagad, eks Bendahara Umum Hanura akhirnya bicara soal gugatan atas dirinya yang dilayangkan Wiranto. Dia membeberkan uang yang dititipkan kepadanya ternyata sudah kedaluwarsa.

"Maaf, saya belum pernah utang uang Pak Wiranto. Beliau yang punya kepentingan untuk menitipkan uang dolar Singapura (yang tidak laku), kepada saya untuk ditukar agar laku dipakai. Saya tidak menerima imbalan jasa, semata- mata saya lakukan karena kepatuhan saya sebagai bendahara umum," kata Bambang dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (12/11).




Pada 17 November 2009, Bambang dipanggil oleh Pak Wiranto. Diserahi dua bundel uang masih dalam bungkusan plastik (belum pernah dibuka). Satu amplop uang berisi 31 lembar. Setiap lembarnya pecahan SGD 10 ribu atau Rp 100 juta per lembar. Total SGD 2.310.000. Bambang diminta menandatangani 1 lembar kwitansi.

"Seminggu kemudian dipanggil lagi, disodori 1 lembar kertas untuk ditandatangani. Kertas tersebut isinya perjanjian penitipan uang yang telah dibuat oleh Pak Wiranto," ujar Bambang lewat kuasa hukumnya, Durapati Sinulingga.

Ternyata, uang dolar tersebut tidak diterima/ tidak dapat ditukarkan di Bank Singapore. Alasannya karena tidak ada surat asal- usul uang tersebut. Selain itu, lembaran pecahan uang itu sudah kedaluwarsa masa edarnya yaitu tahun 1997-2002.

"Satu- satunya cara uang tersebut dijual/ tukarkan di pasar uang Singapura," tegasnya.




Tonton juga video Raker Bareng Menhan, F-PPP Sebut Menkeu Tukang Bayar dan Utang:


Selanjutnya
Halaman
1 2