detikNews
Selasa 12 November 2019, 20:07 WIB

Alasan Ridwan Kamil Berangkatkan Ulama ke Inggris

Angga Laraspati - detikNews
Alasan Ridwan Kamil Berangkatkan Ulama ke Inggris Foto: Angga Laraspati/detikcom
Jakarta - Program English for Ulama yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan apresiasi di Eropa. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa program ini merupakan investasi untuk masa depan Islam Indonesia.

"Kenapa ada program ini, karena selama ini bila ada konferensi dialog negara barat dengan Islam dan negara Eropa dengan negara timur itu jarang sekali ada ulama-ulama asal Indonesia, kebanyakan referensi Islamnya selalu ke Timur Tengah. Nah, ini adalah sebagai bentuk investasi untuk nantinya Indonesia akan memberikan ulama-ulama untuk ke depannya tampil di panggung dunia," tutur Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Palma One, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Program yang merupakan bentuk kerja sama dengan Pemerintah Inggris dan juga lembaga kulturalnya British Council ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga memiliki ulama-ulama yang memiliki ilmu yang setara dengan ulama-ulama yang ada di Timur Tengah.

"Pastinya sebelum kita berangkatkan kita seleksi terlebih dahulu. Ulama yang terpilih ini juga memiliki ilmu fiqih yang baik. Dan kita bantu mereka untuk pelatihan Bahasa Inggris," ujar Emil.


Menurut Emil, selama ini negara Eropa menganggap bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, namun Indonesia jarang tampil di panggung-panggung dunia seperti dialog dan konferensi.

"Akhirnya saya merenung dan saya temukan isunya yaitu penguasaan bahasa pergaulan internasional yang dimiliki ulama Indonesia itu kurang. Makanya kita coba bekerja sama dengan kedutaan Inggris dan juga lembaga kulturalnya British Council," kata Emil.

Porgram ini pun juga memiliki pesan yang baik. Karena selama ini, berita-berita yang masuk ke Inggris masih didominasi dengan berita yang negatif. Ini semua terjadi karena adanya miss komunikasi yang terjadi dan perbedaan persepsi.

"Pesan yang ingin disampaikan itu adalah bercerita tentang keislaman Indonesia khususnya di Jawa Barat, yang insyaallah selalu damai, mengedepankan toleransi. Karena persepsinya masih belum maksimal. Karena berita yang masuk ke Inggris kan lebih banyak breaking news yang negatif. Dan inilah cara kami, sampai nanti tidak ada lagi miss komunikasi antara persepsi orang Eropa dengan Indonesia dan juga Islam," ungkpanya.


English for Ulama adalah program yang berfokus pada peningkatan kapasitas ulama di Jawa Barat. Dalam kunjungan ke Inggris, para ulama akan terbagi ke beberapa kota, yaitu London, Bristol, Glasglow, Manchester, dan Birmingham untuk berdiskusi, ceramah, dan bertukar pandangan mengenai keberagaman budaya dan agama di Indonesia dengan beberapa sekolah, universitas, organisasi keagamaan dan komunitas lokal di Inggris.

Lima ulama ini terpilih dari 30 ulama yang telah menyelesaikan pelatihan Bahasa Inggris yang diadakan oleh British Council. Pada proses seleksi pelatihan, 30 ulama tersebut telah terpilih dari 265 pendaftar. Lima ulama itu adalah Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumunudin, Beni Safitra dan Hasan Al-Banna.
(prf/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com