Eks Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar Berbagi Pengalaman Memimpin Lewat Buku

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 19:37 WIB
Eks Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar, Berbagi Pengalaman Memimpin Lewat Buku (Rahel/detikcom)
Eks Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar, Berbagi Pengalaman Memimpin Lewat Buku (Rahel/detikcom)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2009-2011, Mustafa Abubakar, meluncurkan buku biografi. Buku ini mengisahkan tentang kepemimpinannya saat menghadapi masa-masa krisis.

Peluncuran buku 'Meniti Krisis: Naluri Kepemimpinan Mustafa Abubakar', di gedung BRI 1, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/11/2019) juga dihadiri oleh mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, mantan Menpora Roy Suryo, pendiri CT Corp Chairul Tanjung (CT), dan petinggi-petinggi di BUMN.


"Sesuai dengan judul buku, meniti sukses, memang kebetulan saya ditempatkan banyak tempat yang mengalami kesulitan atau masa masa krisis. Baik di Aceh, di Bulog, di Kementerian (BUMN)," kata Mustafa di Gedung BRI 1, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

"Jadi masa-masa sulit begitu, alhamdulillah dapat kita lalui dengan baik berkat kesabaran sinergitas dan menjaga trust ya, pekerjaan dari pemangku kepentingan dan pemberi pekerjaan kepada kita," tambahnya.

Eks Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar Berbagi Pengalaman Memimpin Lewat BukuEks Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar, dalam peluncuran bukunya. (Rahel/detikcom)




Mantan menteri BUMN ini banyak menghadapi krisis saat menjabat menteri. Salah satunya saat menghadapi terbakarnya Gardu PLN di Cawang. Namun, dengan kebersamaan atau sinergi antar-BUMN dia dapat menyelesaikannya satu per satu.

"Banyak BUMN lain juga banyak masalah, akhirnya dengan kebersamaan, pekerjaan yang diberikan Pak SBY saya bisa mengatasi satu per satu, hingga ada IPO Garuda, sinergitas antara BUMN ya, kemudian holding, termasuk sinergi antar-BUMN yang saya rasakan membangun tol di Bali, membangun bandara di Bali,"


Mustafa berharap kehadiran buku biografi ini dapat menjadi sharing experience bagi anak generasi muda. Dia juga berharap para pembaca dapat memetik pelajaran suka duka dalam memimpin.

"Mudah-mudahan lintas waktu lewat buku mereka dapat memetik pelajaran berharga, suka duka memimpin dalam berbagai komunitas," ucap Mustafa.

Selain itu, Jonan memberikan komentar terhadap sosok Mustafa. Baginya, Mustafa adalah sosok yang matang dalam memimpin.

"Kalau pandangan saya sebagai orang yang pernah bekerja dia bawah beliau, waktu saya di kereta api itu satu kata dari saya bahwa beliau ini matang dalam memimpin," ucap Jonan



Tidak hanya Jonan, Direktur Utama BRI Sunarso pun menganggap Mustafa sebagai sosok yang matang. Selain itu, Mustafa adalah sosok yang inspiratif.

"Pak Mustafa menginspirasi kita semua bahwa memimpin butuh naluri dan etika. Semua-semua kematangan, jadi perpaduan antara naluri dan etika memimpin diakumulasi dari pengalaman di berbagai instansi yang beliau pimpin, beliau matang," kata Sunarso. (rvk/rvk)