detikNews
Selasa 12 November 2019, 16:13 WIB

Indonesia Dukung Pengurangan Emisi Kapal di Atas 30 Tahun di ASEAN

Moch Prima Fauzi - detikNews
Indonesia Dukung Pengurangan Emisi Kapal di Atas 30 Tahun di ASEAN Foto: Dok. Ditjen Perhubungan Laut
Jakarta - Kepala Seksi Keselamatan Kapal Barang dan Peti Kemas Ditjen Perhubungan Laut Capt Richard Christian, yang menjadi perwakilan Delegasi Ditjen Perhubungan Laut pada pertemuan ASEAN Senior Transport Officials Meeting (STOM) ke-48 dan ASEAN Transport Minister Meeting (ATM) ke-25 di Ha Noi mengatakan Indonesia sepenuhnya mendukung dan menyetujui draf Green Ship Strategy di ASEAN.

Green Ship Strategy merupakan inisiatif yang diusulkan oleh Jepang untuk menargetkan pengurangan CO2 dari kapal non-konvensi, yakni kapal yang berusia lebih dari 30 tahun. Inisiatif ini sebagai langkah untuk mengurangi jumlah gas rumah kaca.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim Pasal 36 huruf (d) menyebutkan bahwa kandungan sulfur pada bahan bakar harus memenuhi persyaratan dengan nilai maksimal 3,5 persen m/m sebelum 1 Januari 2020 dan 0,5 persen m/m sesudah 1 Januari 2020.


"Menindaklanjuti PM 29 Tahun 2014 tersebut, Ditjen Perhubungan Laut telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor SE 35 Tahun 2019 tanggal 18 Oktober 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Bahan Bakar Low Sulfur dan Larangan Mengangkut atau Membawa Bahan Bakar yang Tidak Memenuhi Persyaratan Serta Pengelolaan Limbah Hasil Resirkulasi Gas Buang dari Kapal," ujar Richard dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11/2019).

Ia menambahkan, berdasarkan surat edaran tersebut, setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia diwajibkan untuk menggunakan bahan bakar low sulfur dengan kandungan maksimal 0,5 persen m/m. Kewajiban ini dilakukan mulai 1 Januari 2020 menjelang pemberlakuan aturan IMO 2020.

"Selain itu, larangan semua kapal yang berlayar di laut Indonesia untuk mengangkut bahan bakar yang tidak memenuhi persyaratan dan harus memiliki pengelolaan limbah hasil resirkulasi gas buang dari kapal," imbuh Richard.





Simak juga video "Indonesia Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis Bersama Australia" :

[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com