detikNews
2019/11/11 21:36:36 WIB

Round-Up

Gagasan-gagasan Perang Menhan Prabowo

Mochamad Zhacky - detikNews
Halaman 1 dari 2
Gagasan-gagasan Perang Menhan Prabowo Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat raker bersama Komisi I DPR. (Lamhot Aritonang/detimcom)
Jakarta - Gagasan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terlontar dalam rapat perdana bersama Komisi I DPR RI. Prabowo mengatakan Indonesia mempunyai konsep Pertahanan Rakyat Semesta yang masih berlaku hingga saat ini.

"Dan terus terang pertahanan kita selama ini, secara sejarah, dan saya kira sampai sekarang berlaku, dan mungkin kita akan teruskan adalah bahwa pertahanan kita harus mendasarkan dan kita gunakan adalah Pertahanan Rakyat Semesta," kata Prabowo di ruang rapat Komisi I kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Prabowo mengakui saat ini teknologi pertahanan Indonesia memang bukan nomor satu. Tapi, jika Indonesia terlibat perang, Prabowo mengatakan konsep Pertahanan Rakyat Semesta akan diterapkan.


"Jadi saudara-saudara, banyak wartawan ini, kita tidak usah terlalu, istilahnya membuka diri, tapi kita mengerti dan kita memahami bahwa mungkin saat ini secara teknologi, kita, mungkin tidak bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa lain," sebut Prabowo.

"Tetapi pertahanan kita yang berdasarkan pemikiran, konsep Pertahanan Rakyat Semesta, perang, kalau terpaksa kita terlibat dalam perang, perang yang akan kita laksanakan adalah Perang Rakyat Semesta, The Concept of The Total Peoples War," imbuhnya.

Prabowo mengatakan, dalam konsep Pertahanan Rakyat Semesta, rakyat jadi komponen terpenting pertahanan negara. Dia meyakini, dengan konsep tersebut, Indonesia tidak bisa dijajah lagi oleh negara lain.


"Itu adalah doktrin Indonesia selama ini. Lahir dari sejarah kita bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara," terang Prabowo.

"Jadi mungkin kita bisa dihancurkan prasarana kita, tapi saya yakin, Ibu Ketua (Ketua Komisi I Meutya Hafid), bahwa Indonesia tidak mungkin diduduki bangsa lain, karena seluruh rakyat akan menjadi komponen pertahanan negara," sambungnya.

Eks Danjen Kopassus ini mengatakan konsep pertahanan Indonesia bersifat defensif yang artinya tidak akan mengganggu negara lain. Namun dia mengatakan Indonesia juga tidak boleh membiarkan jika ada negara lain yang mengganggu.

"Jadi wawasan kita adalah wawasan defensif, wawasan bertahan, wawasan menjaga kedaulatan kita. Kita tidak berniat untuk mengganggu bangsa lain. Pimpinan politik kita, dan saya yakin Saudara-saudara sekalian yang mewakili partai politik, yang memegang mandat dari rakyat, kita tidak ingin mengganggu bangsa lain, mana pun," jelasnya.

"Tapi juga kita tidak boleh membiarkan diri kita, wilayah kita, kepentingan kita, kekayaan kita diganggu oleh bangsa lain," imbuh eks Danjen Kopassus itu.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com