Jokowi Tegaskan Koalisi Rukun: Yang Mega Tak Salami Paloh itu Terlewat Saja

Jokowi Tegaskan Koalisi Rukun: Yang Mega Tak Salami Paloh itu Terlewat Saja

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 21:05 WIB
Presiden Jokowi di HUT Ke-8 NasDem (Alfons/detikcom)
Presiden Jokowi di HUT Ke-8 NasDem (Alfons/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menepis anggapan bahwa koalisi pemerintah tidak rukun. Jokowi menegaskan momen Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tertangkap kamera tidak menyalami Ketum NasDem Surya Paloh saat pelantikan Presiden-wakil presiden pada 20 Oktober lalu hanya terlewat.

Jokowi awalnya menyinggung soal rangkulan Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Jokowi mengungkap hal itu hanya soal kecemburuan saja karena dia tidak pernah dipeluk seerat itu oleh Paloh.

"Setelah sambutan saya peluk erat Pak Surya lebih erat dari beliau ke Pak Sohibul iman. Rangkulan itu apa yang salah? Itu bagus. Tapi sekali lagi, Semua kembali lagi pada niatnya. Kalau niatnya untuk komitmen negara apa yang salah, untuk komitmen bangsa apa yang keliru? Sangat bagus apa yang dicontohkan Bang Surya," kata Jokowi dalam pidatonya di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).


Selain itu, kata Jokowi, Surya Paloh dalam sambutannya mengungkapkan rasa sayangnya kepada Megawati Soekarnoputri. Jokowi pun menegaskan koalisi pemerintah berjalan harmonis.

"Salah besar menyampaikan koalisi tidak rukun, keliru gede sekali. Kita rukun saja. Ya pas Bu Mega nggak salami Pak Surya itu kelewatan saja. Wong saya kalau salam tangan kadang ke sini, kelewatan sering," ujarnya.


Jokowi meminta masyarakat tidak menghabiskan energi untuk masalah kecil. Sebab, Indonesia membutuhkan pemikiran, ide, serta gagasan besar untuk mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

"Jangan hal-hal kecil dibawa ke mana-mana. Sore Pak Sekjen NasDem bisik-bisik saya nanti malam datang? Lho, lho, lho.... Ini meragukan saya. Saya jawab Pak Sekjen, Pak Johnny Plate jangan ragukan saya, saya datang tepat waktu. Ini yang ditulis di sini terlalu serius," tuturnya.
Halaman

(idh/fdn)