3 JPO di Sudirman Akan Direvitalisasi Pakai Dana KLB

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 19:22 WIB
Foto: Suasana perbaikan atap JPO Dukuh Atas 1 yang bolong-bolong, (27/8/2019). (dok. Dinas Bina Marga DKI Jakarta)
Jakarta - Binas Bina Marga DKI Jakarta akan merevitalisasi tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman dengan dana Koefisien Luas Bangunan (KLB). Masing-masing JPO akan mendapat dana sekitar Rp 5 sampai 6 miliar.

"Anggaran kami pakai KLB, non-APBD, ya mungkin kalau satu JPO-nya Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar, kali tiga JPO. Ya sekitar segitulah," ucap Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).
Tiga JPO yang akan direvitalisasi adalah JPO Dukuh Atas, JPO La Meridien, dan JPO Atma Jaya. Tiga JPO itu rencananya akan dipasang lift untuk warga disabilitas.

"Enggak, cuma untuk ini. Yang dipasang lift yg memang yang fungsi, Dukuh Atas, Le Meridien, sama Atma Jaya," kata Hari.

JPO Le Meridien memiliki struktur yang sudah tidak kokoh. Selain itu, lantai JPO akan diperlebar dari 2,5 menjadi 5 meter.

"Yang satu memang mau kami perbaiki karena strukturnya sudah goyang yang di Le Meridien, sekaligus kami beautifikasi. Beautifikasi itu kami revitalisasi supaya lebih bagus. Di samping itu, kami perlebar, karena di situ demand-nya tinggi tuh untuk penyeberangan, mau kami buat selebar lima meter yang di Karet ya, yang di depan Le Meridien itu," kata Hari.
Sementara itu, Hari belum menentukan lokasi JPO yang akan dibuka atapnya seperti JPO Bumiputera. Namun, lokasi JPO tersebut berada di Jalan Jenderal Sudirman antara Simpang Susun Semanggi sampai Dukuh Atas.

"Rencananya yang mau kami buka itu mungkin ya ada dua sampai tiga, sekalian revitalisasi. Hanya di situ saja, yang lainnya enggak," kata Hari.

"Yang kami buka itu yang trotoar terbuka ke trotoar terbuka, JPO-nya terbuka. Jadi biarlah yang terbuka, (jadi) terbuka. Yang tertutup, tertutup," kata Hari. (aik/idh)