detikNews
2019/11/11 17:34:52 WIB

Tolak Usul Jokowi soal Istilah 'Manipulator Agama', ISNU: Jadi Absurd

Audrey Santoso - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tolak Usul Jokowi soal Istilah Manipulator Agama, ISNU: Jadi Absurd Presiden Jokowi (Dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tak sependapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mengusulkan pergantian istilah radikalisme jadi manipulator agama. ISNU menganggap radikalisme merupakan cara pandang yang hendak mengembalikan sistem kehidupan sesuai dengan cara Islam.

"Saya kira nggak perlu (istilah radikalisme diganti jadi manipulator agama). Radikalisme adalah sebuah pandangan hidup yang menjadikan Islam sumber dari sistem kehidupan, baik personal, sosial, politik, maupun ekonomi ingin dikembalikan Islam," kata Sekjen PP ISNU Kholid Syeirazi.

Hal itu diungkapkan Kholid setelah menghadiri focus group discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' di The Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019)


Menurutnya, karena radikalisme cara pandang hidup seseorang, hal itu tak perlu dibatasi dengan istilah manipulator agama. Dia mengatakan manipulator agama belum tentu bersikap radikal serta tak hanya kelompok radikal yang memanipulasi isu agama.

"Saya kira semua peluang itu tidak perlu ditutup dengan istilah manipulator agama, karena manipulator agama belum tentu radikal. Orang yang memanfaatkan isu agama, itu juga manipulator agama. Saya kira hampir semua politisi itu memanipulasi isu agama. Saya kira (usulan Jokowi) nggak tepat," jelas Kholid.




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com