Sidang Praperadilan Surya Anta dkk Pengibar Bintang Kejora Ditunda

Sidang Praperadilan Surya Anta dkk Pengibar Bintang Kejora Ditunda

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 14:21 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Sidang praperadilan enam tersangka pengibar bendera bintang kejora saat aksi di depan Istana, Surya Anta dkk, ditunda. Alasannya, pihak Polda Metro Jaya tidak hadir dalam sidang tersebut.

"Memanggil kembali Termohon untuk hadir di sidang ini pada dua minggu ke depan pada Senin, 25 November 2019," kata hakim tunggal, Agus Widodo, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Sementara itu, pengacara keenam tersangka, Okky Wiratama, mengaku kecewa karena Polda Metro Jaya tak hadir. Dia berharap pada sidang selanjutnya pihak Polda Metro Jaya menghadiri sidang.




"Kami selaku kuasa hukum tentu merasa kecewa ya karena harusnya PMJ menghadiri panggilan sidang PN Jaksel," kata Okky.

Sebelumnya, keenam tersangka pengibar bendera bintang kejora pada saat aksi di depan Istana mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya.

Mereka mengajukan praperadilan karena menduga penetapan tersangka, penyitaan, penangkapannya, dan penggeledahannya dilakukan tidak sesuai dengan prosedur.

Adapun keenam tersangka tersebut adalah Surya Anta, Charles Kossay, Dano Tabuni, Isay Wenda, Ambrosius Mulait, dan Ariana Elopere. Gugatan tersebut terdaftar dalam nomor perkara 133/Pid.Pra/2019/PN.JKT.SEL.

Selain itu, Okky mempersoalkan proses penangkapan para tersangka yang dinilai harus didahului dengan diperiksa sebagai saksi, bukan langsung diperiksa sebagai tersangka. Selain itu, dia menduga ada pernyataan diskriminatif yang disampaikan penyidik saat salah satu tersangka ditangkap.




Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan 6 tersangka dalam kasus pengibaran bendera bintang kejora pada saat aksi di Jl Medan Merdeka Barat, depan Istana, Rabu (28/8). Enam tersangka itu saat ini masih berada di Mako Brimob, Depok.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti, yakni 2 handphone, 1 spanduk, 1 kaus bergambar bintang kejora, 1 selendang bergambar bintang kejora, dan 1 toa.

Para tersangka tersebut diduga melakukan tindakan permufakatan jahat atau makar sebagaimana diatur dalam Pasal 106 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 110 KUHP. (yld/fdn)