detikNews
2019/11/10 11:50:02 WIB

Tentang Habib Rizieq yang Tak Kunjung Pulang: Isu Overstay hingga Surat Cekal

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Tentang Habib Rizieq yang Tak Kunjung Pulang: Isu Overstay hingga Surat Cekal Habib Rizieq Shihab (Screenshot video FrontTV)
Jakarta - Sudah dua tahun lebih imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) tinggal di Arab Saudi. Ada beragam penjelasan kenapa Habib Rizieq tak kunjung pulang. Kini, Habib Rizieq menunjukkan surat pencekalannya.

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017. Saat itu, mulanya HRS ke pergi ke Arab Saudi untuk ibadah umrah. Pada waktu itu, rencananya pihak kepolisian akan memeriksa Rizieq terkait kasus 'baladacintarizieq'. Namun, pada Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini.


Namun, HRS tak kunjung pulang ke Indonesia. Setelah itu, muncul beragam alasan yang menjelaskan kenapa HRS tak kunjung pulang. Berikut ini rangkaiannya:

Tak bisa pulang karena overstay

HRS disebut tak bisa pulang karena terkait masalah izin tinggal di Arab Saudi. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan HRS tak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan (overstay).

"Pertama, karena overstay. Cara penyelesaian ya bayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu riyal. Rp 110 juta per orang," kata Maftuh saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/7/2019).

Maftuh mengatakan persoalan pembayaran denda ini merupakan prosedur yang lumrah bagi seseorang yang overstay. Ada puluhan WNI lainnya yang overstay.

"Puluhan ribu WNA di Saudi yang overstay. Sesuatu yang biasa sebenarnya. Siapa pun harus bayar denda ini. Pernah ada juga akademisi dari sebuah universitas lupa tidak perpanjang visa ya kena denda juga segitu. Aturan baku Saudi," tutur Maftuh.


Namun, faktor overstay ini ditanggapi oleh pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro. Menurutnya, overstay itu pun bukan kesalahan HRS.

"Overstay itu kan bukan kesalahan Habib Rizieq karena habisnya visa Habib itu kan 20 Juli 2018. Sebelum tanggal 20 Juli 2018, Habib Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku," kata Sugito, Jumat (12/7/2019).

Sugito menyebut Habib Rizieq sudah berupaya keluar dari Arab Saudi beberapa kali sebelum masa visanya berakhir. Namun, menurutnya, institusi resmi di Indonesia meminta Imigrasi Arab Saudi mencekal Habib Rizieq hingga kini overstay.

Karena itu, dia menegaskan pemerintahlah yang seharusnya bertanggung jawab membayar denda overstay Habib Rizieq. Bahkan, Sugito saat itu menyebut FPI siap menggalang dana untuk membayar denda overstay HRS.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com