Burung Pengisap Madu yang Dinamai Iriana Jadi Ikon Satwa Nasional 2019

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 10 Nov 2019 00:51 WIB
Spesies burung baru ditemukan di Pulau Rote yang dinamai Iriana (dok KLHK)



Sementara pohon saninten ialah pohon yang tumbuh di hutan campuran tajuknya lebat dengan buah mirip rambutan. Namun rambut pada buah Saninten sangat keras.

"Untuk membukanya diperlukan alat pemukul. Buah Saninten sangat disukai monyet dan aman dikonsumsi oleh manusia. Buah Saninten yang matang akan pecah dengan sendirinya. Di masa lampau, anak-anak di Jawa Barat mencari buah Saninten di hutan sambil bermain," demikian kata KLHK seperti diunggah dalam Instagram-nya.

Pameran Kehati Nusantara Expo 2019 diselenggarakan pada 8 November-8 Desember. Selain pameran, serangkaian kegiatan juga akan diselenggarakan di antaranya meliputi pementasan seni, lomba melukis dan mewarnai, lomba desain filateli/perangko, lomba fotografi dan lain sebagainya.



View this post on Instagram

Hi Sobat Hijau, tahukah kalian tentang Burung Isap madu rote dan Pohon Saninten? Spesies satwa dan tumbuhan ini terpilih menjadi ikon pada Hari Cinta Puspa dan Satwa (HCPSN) tahun 2019 ini. Kenalan yuk dengan ikon HCPSN kali ini, Burung Isap madu rote (Myzomela rote / Myzomela irianawidodoae ) adalah spesies yang baru ditemukan. Burung yang berukuran kecil ini memiliki ciri paruh berwarna hitam, mata berwarna cokelat gelap, kaki dan jari berwarna hitam dengan bantalan kuku warna kuning. Burung ini merupakan pemakan nektar, yaitu cairan manis yang terdapat pada bunga. Mereka juga menyukai beberapa jenis serangga kecil, termasuk laba-laba. Oh ya, Myzomela rote / Myzomela irianawidodoae termasuk dalam keluarga Meliphagidae yang semua jenisnya merupakan burung dilindungi. Namun karena tingkat ancamannya cukup tinggi, para peneliti kemudian merekomendasikan IUCN (Badan Konservasi Dunia) agar spesies ini dimasukkan dalam kategori Rentan / Vulnerable . Buat masyarakat khususnya di Jawa Barat, kata saninten tidaklah asing. Pohon Saninten yang tumbuh di hutan campuran tajuknya lebat dengan buah mirip rambutan. Namun rambut pada buah Saninten sangat keras. Untuk membukanya diperlukan alat pemukul. Buah Saninten sangat disukai monyet dan aman dikonsumsi oleh manusia. Buah Saninten yang matang akan pecah dengan sendirinya. Di masa lampau, anak-anak di Jawa Barat mencari buah Saninten di hutan sambil bermain. Buat generasi Milenial nih, ayo makin mengenal puspa dan satwa Indonesia sehingga kita makin mencintai keanekaragaman hayati Indonesia. Selamat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional! #menlhk #ayoketamannasional #haricintapuspadansatwanasional

A post shared by Kementerian LHK (@kementerianlhk) on Nov 4, 2019 at 9:26pm PST

Halaman

(jbr/fdn)