detikNews
2019/11/09 23:23:11 WIB

Tak Persoalkan Rencana Jokowi Tambah Wamen, NasDem: Asal Kinerja Membaik

Faiq Hidayat - detikNews
Halaman 1 dari 1
Tak Persoalkan Rencana Jokowi Tambah Wamen, NasDem: Asal Kinerja Membaik Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut adanya rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah enam wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Partai NasDem menyebut penambahan wamen merupakan hak prerogatif presiden.

"Menurut saya, itu hak prerogatif presiden. Kami di NasDem tidak masuk membicarakan hal seperti itu. Silakan Presiden kalau mau menambah (wamen)," kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago di sela-sela acara Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).


Saat ditanya rencana penambahan wamen lagi menjadi Kabinet Indonesia Maju gemuk, Irma bicara kinerja. Jika penambahan wamen membuat kinerja pemerintah lebih baik, menurutnya, tidak menjadi masalah.

"Soal gemuk atau tidak gemuk, bisa dilihat nanti hasil kinerja, kecil tapi kinerjanya tidak komprehensif, tidak maksimal, itu juga tidak ada hasilnya. Kalau tambahan wamen kinerja menjadi baik, saya kira tidak ada masalah," sambung Irma.

Jokowi juga sudah mengeluarkan Perpres Nomor 72 tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Perpres Nomor 73 Tahun 2019 tentang Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Irma menilai menteri dalam pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin diisi kalangan anak muda, namun perlu dibantu segi politik dan manajemen organisasi.


"Saya kira begini, kita mungkin perlu melihat bahwa Pak Jokowi mengapresiasi anak-anak muda yang masuk jadi menteri. Tentu saya juga melihat anak-anak muda ini bisa saja cerdas, mungkin saja perlu juga di-support misalnya segi organisasi dan politik praktisnya. Hal seperti itu baik dan mungkin itu yang dipikirkan Pak Jokowi," jelas dia.

Mengenai kemungkinan jabatan wamen tambahan untuk mengakomodasi PBB dan Hanura yang belum masuk kabinet, Irma enggan menjawab. NasDem tidak mau berkomentar mengenai partai lain.

"Ha-ha-ha..., kalau itu hak prerogatif presiden. Kita tidak mau komentari karena itu juga terkait partai lain. Saya tidak mau komentari, ya," jelas Irma.


Rencana Jokowi menambah enam wamen lagi ini diungkap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dia mengatakan ada kemungkinan Jokowi menambah enam wamen lagi meski dirinya belum menyebut siapa saja yang bakal jadi wamen nantinya.

"Ada enam lagi rencana sih. Rencana. Tapi saya belum bisa pastikan," kata Moeldoko di Rapimnas HKTI di Discovery Ancol Hotel, Jalan Lodan Timur, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11).

Sementara itu, pihak Istana mengatakan penambahan wamen ini untuk keperluan penajaman prioritas. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menegaskan posisi wamen merupakan kekhususan. Sudah ada 12 wamen di Kabinet Indonesia Maju.

"Wakil menteri itu untuk tugas khusus, seperti Pak Surya Tjandra Wamen Agraria, yang khusus menangani konflik agraria. Kemudian Wamen BUMN menangani pembiayaan, Wamen Pertahanan untuk industrialisasi pertahanan. Jadi ada kekhususan dan prioritas tugas," papar Fadjroel saat dihubungi, Sabtu (9/11).
(fai/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com