detikNews
Sabtu 09 November 2019, 21:44 WIB

Masyarakat Teluk Lampung Bisa Tangkap 100 Kg Ikan dengan Cara Ini

Angga Laraspati - detikNews
Masyarakat Teluk Lampung Bisa Tangkap 100 Kg Ikan dengan Cara Ini Foto: Angga Laraspati/detikcom
Jakarta - Salah seorang warga Teluk Lampung, bernama Ariansyah menggabungkan cara menangkap ikan tradisional dengan teknologi. Ia membuat alat perangkap ikan bernama bagan dengan teknologi tenaga surya. Seperti apa alatnya itu?

"Ya jadi ini salah satu inovasi dari nelayan kami untuk membangun sebuah bagan dengan tenaga surya yang dapat menyalakan semua sistem yang ada di bagan kami untuk menangkap ikan," ujar Ariansyah kepada detikcom ditemui di Pameran Pertanian dalam gelaran Kongres II Partai NasDem di JIEXPO Kemayoran, Sabtu (9/11/2019).

Ariansyah mengatakan bagan ini dapat menangkap kurang lebih 100 Kg ikan laut dengan cara yang terbilang unik. Bagan yang mengandalkan tenaga surya ini menggunakan cahaya yang menjadi alat untuk mengelabui ikan.

"Jadi nanti pada siang hari kita charge dulu memakai tenaga matahari yang nantinya akan disimpan di sebuah tempat bernama pengumpul panas, terus nanti ini akan mengisi baterai untuk nantinya kita colokan untuk sistem listrik di bagan, yang digunakan untuk menyalakan lampu yang digunakan untuk menangkap ikan tersebut. Ada sekitar 50 lampu untuk mengelabui ikan-ikan tersebut," jelas Ariansyah.


Bagan yang ia buat juga dapat dipindahkan kemana pun sesuai dengan keinginan nelayan. Cukup ditarik oleh kapal nelayan sehingga bisa berpindah-pindah sesuai dengan habitat ikan.

"Jadi nanti ini bisa dibawa kemana saja bagannya, dan sistemnya itu kalau sudah malam setiap 2-3 jam kita angkat dan cek sudah ada ikannya atau belum," tuturnya.

Ia mengatakan awalnya inovasi ini dibuat oleh masyarakat bugis. Ia beserta masyarakat Teluk Lampung melakukan modifikasi dengan tambahan alat yang lebih ramah lingkungan.

"Jadi bagan ini akan ramah lingkungan karena tidak merusak karang ya, juga kita tidak memakai alat pancing, jadi kita memakai jaring yang dalamnya bisa sampai kedalaman 8 meter," tandas Ariansyah.

Inovasi ini dibuat oleh Ariansyah untuk membantu para nelayan di daerahnya agar dapat meningkatkan penghasilan. Meski begitu untuk membuat alat ini diperlukan biaya yang cukup besar.


"Sekali membuat ini bisa memakan biaya Rp 45 juta sampai Rp 50 juta," ujar Ariansyah.

Inovasi warga Teluk Lampung ini menjadi pengisi stand pada pameran Teknologi Pertanian yang diselenggarakan oleh Partai NasDem dalam rangkaian acara Kongres II Partai NasDem yang bertemakan Restorasi Untuk Indonesia Maju.

Dalam pameran ini, terdapat 15 entitas perusahaan dan lembaga riset dan pengembangan (R&D) yang bergerak dalam bidang teknologi pertanian. Adapun para peserta yang mengikuti Pameran Pertanian dalam Kongres II Partai NasDem ini merupakan hasil seleksi dari puluhan peserta yang mendaftar. Seleksi dilakukan sebagai bagian dari proses lomba, yang merupakan inovator pilihan.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com