PKB ke Paloh: Kalau Jokowi Curiga, NasDem Tak Dapat Menteri Premium

PKB ke Paloh: Kalau Jokowi Curiga, NasDem Tak Dapat Menteri Premium

Mochamad Zhacky - detikNews
Sabtu, 09 Nov 2019 09:04 WIB
Foto: Daniel Johan (Gibran/detikcom)
Foto: Daniel Johan (Gibran/detikcom)
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merespons pidato Surya Paloh yang berbicara perihal 'rangkulan' dalam Kongres ke-II Partai NasDem. PKB menilai, pidato tersebut terkait sambutan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya rasa apa yang disampaikan Pak Jokowi bukan dalam konteks curiga apalagi sinis," kata Ketua DPP PKB Daniel Johan, Jumat (8/11/2019).



Jokowi memang menyindir rangkulan Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman saat menyampaikan sambutan dalam perayaan HUT Golkar beberapa hari lalu. Daniel menilai, sindiran itu diutarakan karena Jokowi butuh penjelasan.

"Tetapi kan itu setengah guyon, tapi juga butuh penjelasan karena kan problemnya sesama koalisi," terang Daniel.

Daniel menyakini, Jokowi tak menaruh kecurigaan ke NasDem. Dia mengatakan, apabila kecurigaan itu ada, NasDem tidak akan mendapatkan kursi menteri strategis.

"Kalau (Jokowi) curiga nggak dikasih tiga menteri dong. Menterinya premium lagi. Itu maksudnya jelas bahwa kalau curiga nggak begitu," ucap Wakil Ketua Komisi IV itu.




Diberitakan sebelumnya, Surya Paloh bicara perihal momen 'rangkulan' yang menyulut kecurigaan dari mimbar Kongres ke-II NasDem. Dia prihatin dengan gaya politik penuh kecurigaan itu.

"Tingkat diskursus politik yang paling picisan di negeri ini, hubungan, rangkulan, tali silaturahmi, dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," kata Surya Paloh di arena Kongres, JI Expo, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).



Namun, Ketua Umum NasDem tak mengungkapkan pihak yang ia maksud. Paloh hanya meyakini pasti ada pihak yang curiga.

"Yang mencurigai NasDem ya kita nggak tahu. Tapi pasti ada," kata Paloh usai pembukaan kongres.


Kader Teriak Oposisi di Kongres NasDem, Paloh: Bodoh Sekali

[Gambas:Video 20detik]

(zak/isa)