Round-Up

Kecurigaan di Balik Serangan-serangan ke Novel Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Nov 2019 07:14 WIB
Potret aksi dukungan terhadap Novel Baswedan sebagai ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Potret aksi dukungan terhadap Novel Baswedan sebagai ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)


Sedangkan berkaitan dengan gugatan OC Kaligis, anggota tim advokasi Novel lainnya, Asfinawati, melihat adanya upaya pengalihan isu. Dia menyebut isu utama yang didorong publik saat ini adalah penuntasan kasus teror penyiraman air keras ke Novel, tetapi serangan-serangan ini dinilainya berupaya sebaliknya.

"Hal ini jelas perlawanan balik dari koruptor," kata Asfinawati, Jumat (8/11/2019).

Selain itu, Asfinawati menduga dasar pengajuan gugatan OC Kaligis itu karena dia pernah dijerat KPK. Selain itu, ia menilai gugatan itu sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel.

"Betul sekali. Mengurangi dukung publik dan mengalihkan isu (kasus penyiraman air keras Novel)," sebutnya.




Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai serangan-serangan ini merupakan upaya mencari-cari kesalahan Novel. Setali tiga uang dengan Asfinawati, ICW menduga serangan terhadap Novel bagian dari upaya menghilangkan substansi pengungkapan kasus penyiraman air keras.

"Menurut kami ini upaya yang dilakukan seolah sedang mencari kesalahan lain untuk membungkam upaya kasus penyelesaian kasus Novel. Karena dua aktor itu, Dewi dan OC, kalau dijadikan satu kategori ini mencoba untuk menghilangkan substansi perkara Novel yang sebenarnya," kata peneliti dari ICW Wana Alamsyah.

Wana juga menduga serangan itu bagian dari upaya memutarbalikkan fakta atau distorsi kasus penyiraman air keras yang tak kunjung terungkap. Menurut Wana, hal itu dilakukan agar publik perlahan melupakan kasus penyiraman air keras itu.

"Jadi dua aktor ini seolah-olah mencoba mendistorsi diskursus yang selama ini muncul di publik bahwa Novel diserang mata kirinya buta kemudian sampai saat ini tersangka tidak ada. Kemudian ada distorsi informasi semacam itu ini akan menjadikan, akan membuyarkan ingatan publik sehingga kita tetap mendorong, me-recall ingatan publik bahwa kasus Novel jangan sampai keluar," sebut Wana.


Halaman

(dhn/zak)