Round-Up

Kecurigaan di Balik Serangan-serangan ke Novel Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Nov 2019 07:14 WIB
Potret aksi dukungan terhadap Novel Baswedan sebagai ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Potret aksi dukungan terhadap Novel Baswedan sebagai ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)


OC Kaligis Minta Kasus 'Sarang Walet' Dibuka Lagi

Terpidana kasus suap OC Kaligis mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia meminta Jaksa Agung membuka lagi kasus dugaan penganiayaan terkait pencurian sarang burung walet yang sempat menyeret Nove.

"Memerintahkan para tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu," bunyi petitum permohonan OC Kaligis seperti dikutip di website Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (SIPP PN Jaksel), Jumat (8/11).

Kecurigaan di Balik Serangan-serangan ke Novel BaswedanOC Kaligis (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)


Dalam permohonannya, OC Kaligis menggugat Jaksa Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu. Gugatan itu terdaftar nomor perkara 091/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Sel yang didaftarkan Rabu (6/11).

Sidang perdana akan digelar pada 4 Desember 2019. OC Kaligis meminta hakim menyatakan para tergugat melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak melaksanakan isi putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor 2 Pid.Pra/2016/PN.Bgl tertanggal 31 Maret 2016.

Selain itu, OC Kaligis meminta jaksa pada Kejari Bengkulu segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Bengkulu untuk segera disidangkan. Tak hanya itu OC Kaligis memerintahkan agar para tergugat membayar ganti rugi materiil dan imateriil total Rp 2 juta.

"Menghukum para tergugat untuk membayar ganti kerugian kepada penggugat secara tanggung renteng sebagai berikut: Kerugian Materiil bahwa sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para tergugat, maka penggugat mengalami kerugian materiil sebesar Rp 1 juta," kata OC Kaligis.

Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret Novel ini terjadi saat dirinya menjadi Kasat Reskrim di Polres Bengkulu pada 2004. Kasus ini pernah diusut Mabes Polri dan berkasnya dinyatakan lengkap pada 2015.




Setelah di Kejaksaan Negeri Bengkulu, jaksa kemudian membuat dakwaan dan sudah didaftarkan untuk disidang perdana di PN Bengkulu. Kemudian Kejari Bengkulu memutuskan menghentikan penuntutan.

Para korban yang mengaku sebagai korban penembakan anggota Polres Bengkulu kemudian mengajukan praperadilan. Gugatan praperadilan dikabulkan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) diminta untuk segera mengembalikan berkas-berkas dakwaan dan berkas lainnya untuk dilakukan penuntutan, tetapi Novel belum didakwa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5