Round-Up

Kecurigaan di Balik Serangan-serangan ke Novel Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Nov 2019 07:14 WIB
Potret aksi dukungan terhadap Novel Baswedan sebagai ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Potret aksi dukungan terhadap Novel Baswedan sebagai ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)


Dewi merasa janggal atas kebutaan yang dialami oleh Novel atas insiden penyiraman air keras. "Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan," kata Dewi, Rabu (6/11).

"Saya orang seni, saya juga biasa beradegan. Orang kalau sakit itu tersiram air panas reaksinya tidak berdiri, tapi akan terduduk jatuh terguling-guling itu yang saya pelajari dan tidak ada di situ reaksi dia membawa air untuk disiramkan," jelas Dewi.

Kecurigaan di Balik Serangan-serangan ke Novel BaswedanDewi Tanjung yang melaporkan Novel ke polisi atas tudingan rekayasa penyiraman air keras (Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom)


Dewi menyebut seharusnya Novel menyiramkan air mineral usai disiram air keras untuk menetralisir air keras itu, namun Novel tidak melakukan hal itu. Dia juga mencurigai luka yang diterima Novel. Menurutnya, seharusnya kulit Novel juga ikut terluka tidak hanya matanya saja. Saat berada di rumah sakit dia juga curiga karena mata Novel tidak diperban hanya wajahnya saja.

"Faktanya kulit Novel kan nggak apa-apa, hanya matanya. Yang lucunya kenapa hanya matanya sedangkan kelopaknya, ininya semua tidak (rusak)," kata Dewi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5