detikNews
Sabtu 09 November 2019, 06:41 WIB

Politisi Golkar Nilai Pujian Jokowi sebagai Dukungan untuk Airlangga

Moch Prima Fauzi - detikNews
Politisi Golkar Nilai Pujian Jokowi sebagai Dukungan untuk Airlangga Foto: Airlangga Hartarto (Antara Foto)
Jakarta - Apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di acara puncak perayaan HUT ke-55 Partai Golkar, Rabu (6/11/) malam lalu di Hotel Sultan, dinilai politisi senior Partai Golkar Firman Soebagyo sebagai isyarat keberpihakannya kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Jokowi tak hanya mengapresiasi dan memuji kinerja Airlangga dan kesolidan Golkar. Ia juga menyinggung soal potensi perpecahan dan menyebut masalah komitmen. Saat itu Jokowi mengatakan kepada kader Golkar, kesolidan dan komitmen harus dijaga bersama.

Hal itu sebelumnya pernah disampaikan juga oleh Bambang Soesatyo saat ia berikrar tidak akan maju ke perebutan ketua umum Partai Golkar pada Munas mendatang. Bamsoet merelakan Airlangga menjadi calon tunggal di munas.


Dalam pandangan Firman, sangat wajar jika Presiden Jokowi mengapresiasi, memuji dan sekaligus memberikan penilaian baik kepada Airlangga selama memimpin Partai Golkar.

"Wajar saja jika Presiden Jokowi memuji keberhasilan kepemimpinan Pak Airlangga di Partai Golkar. Pak Airlangga sudah banyak berkontribusi untuk partai. Pak Airlangga juga sudah sukses mengawal Pak Jokowi menang dua kali di Pilpres. Meski memimpin dalam waktu relatif belum lama, Pak Airlangga juga mampu membawa Partai Golkar memperoleh kursi terbanyak kedua di DPR," papar Firman dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/11/2019).

Firman juga mengingatkan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa kesolidan dan komitmen menjaga partai jauh lebih penting agar dapat menjamin stabilitas politik internal maupun stabilitas pemerintahan lima tahun ke depan. Hal itu sekaligus untuk menjawab tantangan persaingan ekonomi global yang jauh lebih berat.

Oleh karena itu, sebagai politisi senior Firman mengimbau semua kader Partai Golkar untuk tidak membuang-buang energi karena dari pengalaman di masa lalu, perpecahan di tubuh Golkar tidak membawa manfaat bagi partai. Tetapi sebaliknya, partai terpuruk hingga ke daerah-daerah.


"Perpecahan di masa lalu itu hendaknya menjadi pembelajaran termahal buat kita," katanya.

Masalah perpecahan yang pernah mendera Partai Golkar itu juga disampaikan oleh Presiden Jokowi. Ia berulangkali menegaskan agar menjelang munas Golkar tetap solid.

"Golkar sudah menjadi tulang punggung pemerintah saat ini. Jadi, misalnya ada guncangan sedikit saja di Partai Golkar, pemerintah ini juga ikut terguncang," ujar Jokowi beberapa waktu lalu.

Jokowi menekankan agar guncangan-guncangan semacam itu tidak perlu terjadi di internal Partai Golkar.


Sanjungan Jokowi ke Partai Golkar: Ketuanya Top!

[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com