detikNews
Jumat 08 November 2019, 21:52 WIB

Perkuat Etika Santri, Pesantren Garda Terdepan Cetak Generasi Unggul

Yakob Arfin - detikNews
Perkuat Etika Santri, Pesantren Garda Terdepan Cetak Generasi Unggul Foto: MPR RI
Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berpandangan saat ini dan ke depan, Indonesia harus memiliki banyak manusia-manusia Islam yang unggul serta memiliki karakter manusia Islam yang sesungguhnya sesuai Al qur'an. Untuk mencapai hal tersebut, menurutnya, peran pendidikan sangatlah besar termasuk pondok-pondok pesantren.

Ia mengatakan dalam kurikulum pendidikan di lingkungan pesantren selain para santri diajarkan membaca serta menghafal Al qur'an, juga harus dimasukan dan ditekankan pembelajaran tentang pemahaman etika-etika dasar, adab-adab, juga pemahaman untuk menjadi seorang muslim yang baik dan unggul.

"Menurut saya itu sangatlah penting dan harus mulai diajarkan sejak dini. Jangan dulu yang berat-berat, mulailah dengan yang ringan seperti, pentingnya menjaga sopan santun kepada orang tua, belajar, menjaga amanah, saling menghormati, silaturahmi, jujur, berkata-kata baik, berjiwa rahmah," kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11/2019).

Hal ini ia sampaikan saat berbincang dengan delegasi Ma'had Al-quds Li Tahfidhil Qur'an yang dipimpin Pimpinan Ponpes Darul Abrar KH. Muttaqin Sa'id, di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta.



Ia menjelaskan pemahaman tentang etika-etika sesuai Al qur'an tersebut bertujuan agar para santri yang merupakan generasi muda bangsa Indonesia, dengan Al qur'an-nya tidak sampai menjadi kelompok yang eksklusif. Dalam artian, tidak berani berinteraksi dengan masyarakat. Padahal Alquran selalu mengajarkan untuk selalu berinteraksi dengan yang lain.

"Titik tekannya adalah, Al qur'an justru mengajarkan untuk berkomunikasi kepada publik, itulah akidah. Biasakan para santri berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Saya ingat, waktu nyantri di Ponpes Gontor ada kegiatan lari-lari 'muter' kampung, juga banyak kegiatan-kegiatan yang membiasakan saya berkomunikasi dengan masyarakat," ujarnya.


Ketika para santri mampu menguasai dan mengimplementasikan etika, akhlak dan berbagai ilmu pengetahuan, maka akan muncul generasi Islam yang tangguh seperti generasi umat dahulu yang tangguh mampu menjadikan Islam diterima baik di Nusantara.

"Merekalah generasi Islam tangguh dengan pengetahuan agama Islam yang tinggi, akhlak yang sangat baik, juga ilmu pengetahuan yang baik, mereka mampu bergaul, berdialog, sabar dalam menghadapi serta mengatasi permasalahan ditengah-tengah masyarakat sehingga diterima dan Islam menjadi seperti sekarang ini," tambahnya.

Ia pun menegaskan hal-hal itulah fakta bahwa Indonesia adalah contoh paling konkrit yang secara tegas membuktikan bahwa teori para orientalis yang mengatakan bahwa Islam berkembang dengan perang adalah salah dan sama sekali tidak benar.
(ujm/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com