detikNews
Jumat 08 November 2019, 16:46 WIB

Bamsoet Tegaskan 4 Pilar MPR Jadi Prasyarat Indonesia Berdiri Kukuh

Adinda Purnama Rachmani - detikNews
Bamsoet Tegaskan 4 Pilar MPR Jadi Prasyarat Indonesia Berdiri Kukuh Foto: MPR RI
Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan dinamika strategis global yang saat ini diwarnai kompetisi dan perebutan pengaruh negara besar sehingga menempatkan Indonesia pada pusat kepentingan global.

Bamsoet menegaskan jika tidak siap, Indonesia dapat tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batas dan waktu. Berbaurnya ancaman militer dan non militer. Disisi lain semakin mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global, yang sulit diprediksi dan diantisipasi.

"Dalam bidang pertahanan-keamanan, kita siap menghadapi perang siber, intoleransi, radikalisme, terorisme dan berbagai ancaman kejahatan lainnya, yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak kalah serius dan perlu diwaspadai secara sungguh-sungguh adalah ancaman terhadap ideologi kita. Pancasila berimbas kepada ancaman terhadap adab sopan santun, tradisi, seni budaya, dan warisan kearifan lokal bangsa," ucap Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (8/11/2019).


Dalam menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, Bamsoet menjelaskan dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat lompatan, dengan ditunjang sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berhati Indonesia dan berideologi Pancasila.

Untuk itu, MPR sebagai rumah kebangsaan mengajak berbagai instansi pemerintah termasuk Kepolisian, untuk memberikan kontribusi nyata dalam membangun SDM Indonesia unggul dan berkarakter pancasila, untuk menyongsong Indonesia emas 2025.

"Semua mandat UU 17/2014 tentang MD3, MPR antara lain ditugasi untuk memasyarakatkan pancasila, Undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945, Negara kesatuan republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. Memasyarakatkan pancasila sebagai ideologi negara dimaksudkan agar nilai pancasila menjadi jiwa yang menginspirasi seluruh peraturan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bangsa Indonesia harus bangga memiliki pancasila sebagai ideologi yang bisa mengikat kemajemukan," tambahnya.

Bamsoet juga menjelaskan, memasyarakatkan UUD NRI 1945 yang dimaksudkan agar konstitusi negara dapat dipahami secara utuh oleh seluruh lapisan masyarakat. Serta menjadi kontribusi yang hidup dan konstitusi yang bekerja untuk cita-cita kesejahteraan dan keadilan sosial.


"Kesadaran yang kuat juga sangat diperlukan untuk mempertahankan NKRI, yaitu kesadaran tentang kesatuan kita dalam satu bahtera kehidupan yang bernama NKRI. Bahtera ini harus dijaga dan dirawat oleh semua orang yang menjadi penumpangnya karena keselamatan bahtera NKRI tidak hanya bergantung kepada nahkoda saja, tetapi kepada siapa saja yang ada di bahtera ini," ucap Bamsoet.

Setiap warga negara Indonesia yang beragam dan majemuk ini harus memberikan pengakuan kepada distingsi dan perbedaan yang dimiliki setiap orang, kelompok, bahasa, budaya dan adat istiadat. Tidak ada satu pun yang berhak mengklaim bahwa dirinya atau kelompoknya yang paling benar.

Maka itulah pentingnya memasyarakatkan pilar keempat yaitu Bhineka Tunggal Ika, sebagai semboyan negara.

"Empat Pilar MPR sebagai konsepsi kebangsaan dan kenegaraan tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia, untuk bisa berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa sendiri. Setiap penyelenggara negara dan segenap warga negara harus memiliki keyakinan, bahwa prinsip-prinsip moral ke-Indonesia-an dalam Empat Pilar MPR dapat memandu tercapainya perikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," tutup Bamsoet.


Simak juga video "MPR soal Wakil Panglima TNI: Kerja TNI Semakin Kompleks" :

[Gambas:Video 20detik]


(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com