ICW Minta Polisi Abaikan Laporan Dewi Tanjung: Ungkap Teror Air Keras ke Novel

ICW Minta Polisi Abaikan Laporan Dewi Tanjung: Ungkap Teror Air Keras ke Novel

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 08 Nov 2019 06:14 WIB
Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra)
Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menanggapi laporan kader PDIP Dewi Tanjung soal tudingan penyiraman air keras Novel Baswedan rekayasa. ICW meminta agar polisi mengabaikan laporan Dewi dan fokus mencari pelaku.

"Kepolisian seharusnya memprioritaskan penanganan perkara kasus penyerangan terhadap NB. Sebab, laporan yang disampaikan oleh Dewi sebagai pelapor tidak ada urgensinya untuk ditangani," kata Peneliti ICW, Wana Alamsyah saat dihubungi, Kamis (7/11/2019) malam.



Wana meminta agar pelaporan Dewi Tanjung terkait rekayasa itu jangan sampai mengabaikan pencarian aktor penyerang Novel Baswedan. Dia juga menyebut pelaporan Dewi mengada-ngada.

"Jangan sampai laporan tersebut menggeser diskursus yang selama ini muncul ke publik, yaitu aktor penyerang NB. Argumentasi yang disampaikan oleh Dewi tidak masuk akal, bahkan mengada-ngada mengenai kejadian yang menimpa NB," ucap Wana.



Wana kemudian menjelaskan argumentasi NB tidak menyiram air mineral setelah kejadian salah besar. Menurutnya sesaat setelah kejadian, Novel Baswedan langsung mencuci mukanya menggunakan air wudhu. Novel juga disebut sempat menabrak pohon nangka selepas kejadian.

"Misal, argumentasi dia mengenai NB tidak menyiram air mineral usai disiram air keras. Faktanya Ia langsung pergi ke tempat wudhu untuk membasuh mukanya. Malah ketika Ia pergi, Ia sempat menabrak pohon nangka sehingga keningnya benjol," paparnya.



Lebih lanjut, Wana mengatakan polisi juga sudah membenarkan Novel disiram cairan asam sulfat (H2SO4). Karena itu, Wana menyayangkan sikap Dewi yang seharusnya mendorong Kepolisian menyelesaikan kasus NB.

"Harusnya yang dia lakukan adalah mendorong kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus NB sehingga pelakunya dapat ditangkap," ungkap Wana.

Sebelumnya Dewi melaporkan Novel dengan pasal tentang penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Laporan polisi itu tertuang pada nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus. (maa/gbr)