detikNews
Kamis 07 November 2019, 18:57 WIB

Jokowi Bakal Rampingkan Eselon, Istana: Tak Terkait Pengurangan Pegawai

Andhika Prasetia - detikNews
Jokowi Bakal Rampingkan Eselon, Istana: Tak Terkait Pengurangan Pegawai Mensesneg Pratikno (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menghapus jabatan struktural eselon III-IV. Istana mengatakan rencana ini tidak terkait pengurangan pegawai atau penurunan pangkat.

"Jadi kalau eselon dirampingkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengurangan pegawai, dengan penurunan pangkat menjadi berkurang, penurunan penghasilan. Nggak, nggak, nggak ada urusannya dengan itu," ujar Mensesneg Pratikno dalam video yang disiarkan Setpres, Kamis (7/11/2019).



Eks Rektor UGM ini mengatakan maksud Jokowi akan merampingkan eselon adalah mempermudah rentang pengambilan keputusan antara menteri dan eselon di bawahnya.

"Ini kaitannya rentang pengambilan keputusan, jadi rentang pengambilan keputusan diperpendek. Kalau eselon banyak, nanti menteri perintah ke eselon I, eselon I ke eselon II, dan seterusnya ini rentangnya jadi tinggi sekali. Pengurangan eselon isinya adalah pemendekan rentang pengambilan keputusan," paparnya.

Pemangkasan eselon ini akan dilakukan dalam waktu satu tahun. Nanti mereka akan ditempatkan sesuai dengan kompetensinya.

"Menempatkan staf sesuai kompetensinya. Kasihan kan orang punya keahlian A, demi promosi ke jabatan struktural, dia harus keluar dari kompetensinya. Dia sendiri stres dan organisasi juga rugi. Tapi seseorang akan tetap berkarir naik ke atas melalui jabatan fungsional sesuai keahliannya," ujar Pratikno.



Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo berjanji akan memangkas jumlah pejabat eselon. Hal ini dilakukan demi menindaklanjuti amanat Jokowi untuk merampingkan birokrasi.

"KemenPAN-RB strategis, karena kita miliki amanat saat pelantikan presiden, adalah masalah eselonisasi yang harus disederhanakan. Kita mau pangkas dua dan digantikan jabatan fungsional, target saya eselonisasi itu paling lama setahun selesai," ungkap Tjahjo di kantornya, Jakarta, Rabu (30/10).
(dkp/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com