detikNews
2019/11/07 17:25:30 WIB

Din: RI Belum Punya Cetak Biru, Sulit Capai Cita-cita Indonesia Maju

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Din: RI Belum Punya Cetak Biru, Sulit Capai Cita-cita Indonesia Maju Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) menggelar sarasehan ke-14 yang bertajuk 'Indonesia Maju, Kini, dan Nanti'. (Foto: Azizah/detikcom)
Jakarta - Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) menggelar sarasehan ke-14 yang bertajuk 'Indonesia Maju, Kini, dan Nanti'. Sejumlah tokoh, dari tokoh agama hingga akademisi menyampaikan pandangannya soal tantangan Indonesia maju.

Ketua Umum DN-PIM Din Syamsuddin menyinggung kata-kata bijak Jerman sebagai perumpamaan untuk tantangan Indonesia Maju. Menurut Din, dibutuhkan keinginan untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi di Indonesia.

"Berkaitan pada das sollen, idealitas, das sein realitas, ada satu yang kurang disebut, das wollen, keinginan, will, untuk mengatasi problem yang muncul akibat adanya kesenjangan antara realitas dan idealitas. Dan das wolen itu, political will, good will, tiada lain bagaimana mendekatkan realitas dengan idealitas," kata Din di di kantor DN-PIM, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).



Eks Ketum PP Muhammadiyah itu mengatakan kelemahan Indonesia untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju adalah karena tidak memiliki cetak biru yang jelas terkait apa itu Indonesia yang maju. Padahal, cetak biru itu sangat diperlukan.

"Kelemahan kita sebagai bangsa untuk menuju pencapaian cita-cita yang merupakan visi tak terbatas dari bangsa ini, kita tidak punya tafsir yang jelas, kerangka operasional, atau sebelumnya kita tidak punya blue print dari Indonesia maju itu apa. Kalau kita tidak punya blue print seperti itu, kita bisa jadi tidak akan menghampiri dan mendekati perwujudannya," ujar Din.



Din mengatakan untuk mengatasi kesenjangan diperlukan keinginan yang kuat. Hal itu juga perlu didukung pemerintahan yang baik (good governance).

"Kesenjangan tidak hanya fisik, tapi juga non fisik. Dibutuhkan das wollen yang kuat ya. Ini tugas kita semua, tidak hanya tugas pemerintah, dan tugas masyarakat secara keseluruhan," ucapnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com